Sorot

Kejar Lima

LUPAKAN ambisi menjadi juara karena jalan ke sana sangat terjal bahkan cenderung mustahil. Berada di posisi delapan dengan poin 44 bukanlah hal ideal

Kejar Lima
TRIBUN JABAR
Sugiri UA, Wartawan Tribun. 

LUPAKAN ambisi menjadi juara karena jalan ke sana sangat terjal bahkan cenderung mustahil. Berada di posisi delapan dengan poin 44 bukanlah hal ideal jika tetap memaksakan diri ingin menjadi yang terbaik. Realistis. Itu yang bisa dilakukan Persib Bandung di pengujung ISC A 2016.

Persib tertinggal 11 poin atas Arema Cronus dan Madura United yang berada di posisi pertama dan kedua. Masih ada kans mengejar karena Persib masih punya poin maksimal 18 dari enam pertandingan sisa. Tapi, mungkinkan dua tim di posisi dua plus lima tim lainnya yang ada di atas Persib selalu kalah pada laga sisa?

Termudah untuk direalisasikan adalah finis di posisi lima. Itu tidak mustahil karena perbedaan poin tak terlalu kontras. Mitra Kukar untuk sementara berada di posisi itu, diikuti Sriwijaya FC dengan poin sama. PSM Makassar menempati posisi tujuh dengan poin 45.

Persoalan yang muncul selanjutnya, mampukah Persib menjaga konsistensi permainan seperti melawan Persipura Jayapura dan Semen Padang. Pada dua laga kandang terakhir itu, skuat yang diarsiteki Djadjang Nurdjaman meraih kemenangan dengan skor 0-2 dan 0-1. Dua hasil itu memperpanjang catatan tak tersentuh kekalahan sejak mengalahkan Persegres Gresik United. Artinya, Maung Bandung sudah lima laga beruntun tak terhindar dari nirpoin. Dua laga lainnya berakhir imbang di kandang PSM dan Persija Jakarta.

Melihat tren itu, harapan bisa diapungkan. Menilik lawan-lawan yang akan dihadapi, hanya Arema Cronus dan Pusamania Borneo FC yang bisa jadi sandungan.

Pertama, Persib akan bertandang ke Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (26/11). Meski tandang, Persib harus tetap menargetkan poin tiga karena Persela Lamongan yang kini diperkuat M Agung Pribadi menempati posisi 17. Pasukan Aji Santoso belum bisa move on dari hasil buruk.

Perseru Serui menjadi musuh yang harus ditaklukkan selanjutnya di hadapan bobotoh. Perseru, meski kuat di kandang, tak terlalu apik saat tandang. Ini momen membalas kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama.

Barito Putera akan dihadapi pada partai tandang pada 4 Desember. Sama seperti Persela, Barito merupakan tim papan bawah. Bahkan, mereka berada di dasar klasemen dengan 24 poin. PS TNI yang dikalahkan 3-0 pada putaran pertama akan menjadi tamu Persib selanjutnya. PS TNI merupakan tim penghuni posisi di atas Persela.

Setelah melawan tim yang secara kualitas di atas kertas bisa ditaklukkan, Pangeran Biru kemudian menghadapi Arema. Sejatinya, ini menjadi pertandingan pamungkas untuk kedua tim karena dipentaskan pada pekan terakhir. Jika Arema mampu menstabilkan langkah, Persib bisa saja menjadi saksi Singo Edan menjadi juara di Malang.

Jika Arema menjalani pertandingan terakhir melawan Persib, jika tak ada perubahan jadwal, Persib masih punya satu pertandingan lagi. Pusamania akan menyatroni kandang Persib pada partai tunda. Seharusnya, pertarungan itu dipentaskan pada pekan pembuka putaran kedua. Karena berbenturan dengan PON XIX yang berlangsung di Jawa Barat, maka ditunda.

Semua pencinta Persib wajib menunggu untuk mengetahui posisi mana yang akan ditempati. Mampukah mengejar posisi lima? Dalam dua musim ditangani Djadjang, Persib finis di posisi empat pada LSI 2013. Gelar berhasil diamankan pada LSI 2014. Artinya, posisi lima adalah prestasi menurun bagi Djadjang dan timnya meski sang pelatih tidak menangani tim sejak awal. (*)

Penulis: Sugiri
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved