Ini Cara Dishub Kota Bandung dalam Menjaga Keamanan di Angkutan Umum

Didi juga menambahkan, koperasi angkutan meminta waktu kepada Dishub Kota Bandung selama satu bulan untuk menerapkan sistem keamanan

Ini Cara Dishub Kota Bandung dalam Menjaga Keamanan di Angkutan Umum
TRIBUN JABAR/TIAH SM
ILUSTRASI: Razia gabungan anggota Polrestabes Bandung dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung di Jalan Dalam Kaum depan rumah dinas Wali Kota Bandung, Senin (16/7/2012).

Laporan Muhamad Nandri Prilatama

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Aksi tindak kejahatan penodongan yang terjadi di angkutan umum Kota Bandung beberapa hari lalu, terhadap pelajar SMP membuat resah para pengguna angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengaku sangat prihatin atas kejadian itu. Terlebih pihaknya telah membuat viral di media sosial terkait program 'Jumat Ngangkot'.

"Programnya itu gak salah. Mohon masyarakat jangan menyalahkan kegiatan Jumat Ngangkotnya, kami bersama para koperasi angkot telah berkumpul membahas keamanan di angkutan," kata Didi di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Selasa (22/11/2016).

Didi juga menambahkan, koperasi angkutan meminta waktu kepada Dishub Kota Bandung selama satu bulan untuk menerapkan sistem keamanan di angkutan, sekaligus mencari spesifikasinya yang relatif murah.

"Jadi, selama masa transisi (sebulan, Red) ini di angkutan menggunakan lampu besar dan lampu hazard (tanda darurat, Red). Sopir pun mesti reaktif menekan lampu hazard, lalu jika menyala maka itu menandakan di dalam angkot ada bahaya," jelas dia.

Selain itu, Didi lebih lanjut menekankan untuk upaya pengamanan di angkutan, pihak Dishub pun melakukan pengawasan yang lebih ketat melalui Kelompok Pelayanan Usaha (KPU) yang bertugas di tiap trayek angkutan, aparat polsek yang berkoordinasi dengan Polrestabes, serta Diskominfo akan lebih menyosialisasikan tombol panik.

"Sopir pun mesti tegas untuk katakan tidak bagi mereka yang bukan penumpang, seperti pengamen. Satu KPU ada sekitar 15 orang dan KPU itu ada 39 sesuai trayek. Kami sudah ada di daerah Dago terdapat empat pos," ucapnya. (ff)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved