Breaking News:

Demo Buruh

Demonstrasi Memanas, Buruh Berupaya Dobrak Gerbang Gedung Sate

Menurut Fery, kedatangan para buruh ke Gedung Sate hanya untuk satu tujuan yakni meminta Aher untuk mengabaikan . . .

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
TOLAK UPAH MURAH - Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (21/11/2016). Dalam aksinya mereka menolak upah murah dan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menolak Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Aksi mereka sekalugus untuk mengawal penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2017 oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Aksi unjuk rasa ribuan buruh di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung yang awalnya berjalan damai, mulai memanas karena para buruh kecewa dengan sikap Gubernur Jawa Barat yang enggan menemui mereka.

Hujan deras tak mampu meredam gejolak para buruh yang mulai terbakar.

Para buruh pun memaksa masuk untuk bertemu Gubernur dengan berupaya mendobrak gerbang Gedung Sate.

Namun, upaya para buruh dihalangi puluhan petugas kepolisian yang sejak siang berjaga di halaman Gedung Sate Aksi saling dorong antara para buruh dengan polisi pun tak terhindarkan.

"Wahai Ahmad Heryawan, Anda itu dipilih oleh rakyat. Jadi tolong jalankan amanah rakyat. Ketika pemerintah pusat melanggar undang-undang dan Anda ikut mengamini, betapa zolimnya Anda," ujar Fery, salah seorang koordinator aksi dari SPSI Jabar.

Menurut Fery, kedatangan para buruh ke Gedung Sate hanya untuk satu tujuan yakni meminta Aher untuk mengabaikan PP 78/2015 yang dijadikan dasar UMK.

Menurutnya, PP 78/2015 tiada lain hanya merupakan produk titipan kaum pemodal dan kaum liberal. PP tersebut dinilai hanya makin menyengsarakan kehidupan kaum buruh dan keluarganya.

Ia menyebut, rezim Presiden Jokowi saat ini merupakan rezim upah murah. Pasalnya, kata dia, rezim Jokowi telah menzolimi kaum buruh dengan memberikan upah murah dan tidak manusiawi. Rezim Jokowi, lanjutnya, lebih mementingkan kaum pemodal dan kaum liberal.

"Ahmad Heryawan, Anda jangan takut pada Jokowi. Tapi takutlah kepada Allah. Kami datang secara baik untuk mengingatkan Anda. Kalau para buruh diam, bisa jadi tahun depan kenaikan UMK hanya 5 persen bahkan 3 persen," kata Fery. (zam)

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved