Baru Selesai Dibangun, Sudah Ada 30 Jaring Terapung Ilegal di Bendungan Jatigede

Setelah kami cek, ternyata ada 30 jaring apung ilegal di sana. Karena di Waduk Jatigede tidak diperbolehkan ada jaring apung

Baru Selesai Dibangun, Sudah Ada 30 Jaring Terapung Ilegal di Bendungan Jatigede
TRIBUN JABAR/DEDDY RUSTANDI
Tim SAR melakukan pencarian dua orang yang tenggelam di bendungan Jatigede 

JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Nelayan lokal pemilik 30 jaring apung yang ada di Waduk Jatigede diberikan ultimatum oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang. Sebanyak 30 jaring apung tersebut akan ditertibkan.

Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat, mengatakan, penertiban jaring apung tersebut lantaran sudah menyalahi peraturan daerah dan keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Setelah kami cek, ternyata ada 30 jaring apung ilegal di sana. Karena di Waduk Jatigede tidak diperbolehkan ada jaring apung, hanya diperbolehkan untuk wisata saja," ujar Asep kepada wartawan di Jatinangor, Minggu (20/11/2016).

Asep mengatakan, sebelumnya saat peninjauan di Waduk Jatigede, sejumlah masyarakat yang mengklaim pemilik jaring apung tersebut menolak untuk ditertibkan.

Mereka, kata dia, beralasan mengaku jika jaring apung tersebut merupakan jaring apung tradisional. Dan warga yang mengklaim pemilik jaring apung tersebut, memasang itu hanya untuk mencari makan.

"Tapi kenyataannya sesuai dari penelusuran kami, ternyata itu untuk kepentingan komersil. Yang punyanya juga ternyata orang berada. Jadi penolakannya mengatasnamakan kelompok masyarakat," kata dia.(raw)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved