Keluarga

Kurang Tidur Jadikan Anak Berpotensi Jadi Pelaku Bullying

Anak yang memiliki tendensi menjadi pelaku bullying dua kali lipat lebih sering untuk mengalami masalah dalam tidur

Kurang Tidur Jadikan Anak Berpotensi Jadi Pelaku Bullying
shanghaiist.com
Siswi dibully teman-temannya. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Mimpi buruk bagi orangtua adalah mengetahui anaknya menjadi korban bullying (perundungan). Namun, yang lebih buruk adalah bila anak tersayang ternyata pelaku bullying di sekolahnya.

Walaupun hal itu pahit, sebagai orangtua yang memiliki kewajiban membesarkan anak menjadi pribadi yang baik, tentu Anda harus mencegahnya.

Untuk melakukan hal tersebut, Anda dapat mengetahui bagaimana ciri-ciri anak yang melakukan tindakan bullying di sekolah.

Berikut adalah tanda-tandanya:

1. Anak mempunyai teman yang bertindak agresif

Menurut organisasi untuk anak-anak dengan keterbatasan khusus, Pacer, seorang pelaku bullying biasanya memiliki sekelompok teman yang mendorong anak untuk melakukan bullying.

Jika teman anak Anda bertindak agresif atau melakukan kekerasan kepada anak lainnya, ada kemungkinan besar bahwa anak Anda juga terlibat.

2. Anak kesulitan tidur

Berdasarkan sebuah studi oleh University of Michigan yang dipublikasikan dalam jurnal Speep Medicine pada tahun 2011, anak yang memiliki tendensi menjadi pelaku bullying dua kali lipat lebih sering untuk mengalami masalah dalam tidur, seperti mendengkur atau sering mengantuk.

Hal ini disebabkan kurang tidur merusak mood dan mengganggu proses pengambilan keputusan dalam otak.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved