Supermoon

Nanti Malam Ada Supermoon atau Bulan Purnama Raksasa, Jangan Lewatkan!

Fenomena supermoon nanti (malam), merupakan menjadi yang lebih terang, besar dan dekat sejak tahun 1948 atau sekitar 70 tahun lalu

Nanti Malam Ada Supermoon atau Bulan Purnama Raksasa, Jangan Lewatkan!
ireland-calling.com
Ilustrasi: Bulan purnama (Supermoon). 

BANDUNG,TRIBUNJABAR.CO.ID - Tahun 2016, seolah menjadi tahun keberuntungan bagi masyarakat Indonesia yang merupakan penikmat atau peneliti antariksa atau astronomi. Karena dalam hitungan jam kedepan akan terjadi sebuah fenomena langka, yaitu adanya peristiwa Supermoon atau bulan purnama.

Sebelumnya Indonesia juga menjadi salah satu negara yang bisa menyaksikan secara jelas peristiwa astronomi gerhana matahari total (pada awal Maret), dan kemudian gerhana bulan penumbral (pada 16-17 September) lalu.

Menurut ahli astronomi bidang fisika matahari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Drs A Gunawan Admiranto mengatakan fenomena supermoon ini terjadi ketika bulan mencapai fase purnama dititik terdekat lintasan dengan bumi, yang dimana bulan akan tampak sedikit lebih terang dan besar dari biasanya.

"Fenomena supermoon nanti (malam), merupakan menjadi yang lebih terang, besar dan dekat sejak tahun 1948 atau sekitar 70 tahun lalu. Supermoon kali ini lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dibandingkan purnama di titik terjauh dari bumi," ujarnya saat ditemui Tribun di kantor Lapan Bandung, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Senin (14/11/2016).

Gunawan menambahkan Supermoon sendiri bukan peristiwa langka, karena bisa terjadi sebanyak 4-6 kali setiap tahun, namun yang membuatnya langka adalah ukuran jarak supermoon saat ini persis dengan rentang jarak terdekat antara bulan dan bumi seperti saat 68 tahun lalu, yakni 356.490 kilometer.

Gunawan menyebutkan, untuk dapat melihat fenomena supermoon ini dapat dilakukan sepanjang malam. Mulai dari terbitnya bulan
di timur (saat senja) dan tenggelamnya di Barat (saat fajar) tiba. Namun meski begitu waktu terbaik untuk mengamati supermoon adalah saat puncak purnama. Karena jika kita melihat supermoon terlalu jauh dari puncak purnama maka Bulan akan mulai menjauh dan meredup. Sehingga supermoon tidak akan terlihat maksimal.

"Kondisi itu bisa didapat apabila kondisi langit dalam keadaan terang dan tidak mendung seperti beberapa hari belakangan ini, selain itu lokasi terbaik untuk melihat supermoon adalah tempat gelap atau yang tidak terlalu banyak adanya polusi cahaya lampu, atau jauh dari kota, dan saat bulan berada dalam satu garis horizontal," ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun, dari laman space.com puncak purnama di Indonesia akan berlangsung selama 2,5 Jam antara pukul 19:27 hingga 20:52 WIB. Pada waktu itu bulan sudah terbit di seluruh Indonesia dan posisinya sudah cukup tinggi di atas horison.

Sehingga supermoon 14 November 2016 akan sangat ideal untuk diamati di seluruh Indonesia dengan jelas, tanpa alat bantu seperti teleskop.

Fenomena supermoon berikutnya baru akan terjadi kembali pada 26 November 2034. Saat itu Jarak antara bumi dan bulan sejauh 356.446 kilometer. (dd)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved