Bandung Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital
Kegiatan Ignition Bandung ini dibuka dengan paparan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- Rangkaian Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di kota Bandung resmi dimulai melalui tahapan pertama, Ignition. Sekitar 200 anak muda kreatif Bandung berkumpul di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) untuk mendapat ilmu dari pembicara kompeten di bidang startup digital,
Terdapat lima sesi yang menjadi fokus utama pada Ignition Bandung yaituEntrepreneurial Mindset, Don't Start a Business, Solve a Problem, Collaboration to Create Innovation, Innovating with Creativity, Notion of Innovation: Innovating with Creativity, dan How to Think like a Founder.
Kegiatan Ignition Bandung ini dibuka dengan paparan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara yang mengaku optimistis dengan geliatstartup digital di Bandung. Dikenal sebagai pusat kreativitas dan didukung oleh berbagai komunitas digital yang terus berkembang pesat, Bandung berpotensi untuk menjadi salah satu kiblat tech startup di Indonesia. “Saya memiliki keyakinan, dari sisi kreativitas Bandung menjadi salah satu yang terdepan di Indonesia,” ujar Rudiantara dalam sambutannya.
Rudiantara berharap dengan hadirnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat melahirkan banyak startup founder yang membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2020 mendatang. Saat ini Indonesia baru memiliki 1,5 persen pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk Tanah Air. Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Angka tersebut masih kalah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang memiliki jumlah entrepreneur sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4,5 persen, dan Vietnam 3,3 persen. Tentu masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini tidak hanya sekadar mengutak-atik teknologi saja. Tapi justru teknologi diharapkan mampu memberi nilai tambah untuk menjadi bisnis yang akhirnya menjadi kekuatan ekonomi Indonesia yang ditargetkan memiliki nilai 130 miliar dollar pada tahun 2020,” kata Rudiantara .
Optimisme Rudiantara juga disambut positif oleh Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR dan penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang sangat mendukung anak muda Indonesia untuk selalu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah. “Indonesia memiliki populasi modern yang produktif dan teknologi dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia dalam membangun pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan meningkat, Indonesia dapat menjadi bangsa yang disegani. Tentunya hal ini dapat mendorong anak Indonesia yang memiliki potensi untuk bergerak melakukan sesuatu untuk negara kita tercinta,” kata Yansen. (tif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/para-peserta-gerakan-starup-digital-di-bandung_20161109_101021.jpg)