Dulu Terusir, Sekarang Warga Asal Jatigede Akan Terusir Lagi

Lokasi pemukiman mereka di Desa Cacaban itu menjadi jalur jalan tol Cisumdawu.

Dulu Terusir, Sekarang Warga Asal Jatigede Akan Terusir Lagi
TRIBUN JABAR / DEDDI RUSTANDI
MENGUNGSI -- Anda (47) dan sembilan penghuni rumah di blok Ceger, Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang harus mengungsi. Rumah mereka harus dikosongkan menyusul longsoran tanah urugan tol Cisumdawu. 

SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Orang terkena dampak (OTD) Jatigede yang memilih pindah dan menetap di Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, terancam terusir lagi. Pasalnya lokasi pemukiman mereka di Desa Cacaban itu menjadi jalur jalan tol Cisumdawu. Saat ini patok-patok tanda lahan akan terpakai jalan tol sudah terpasang di kawasan itu.

Kepala Desa Cacaban, Usup menyebutkan lapan pemukiman di desa yang dipimpinnya terlewati rencana pembangunan jalan tol. “Termasuk pemukiman baru OTD Jatigede juga terpakai jalan tol. Mereka baru pindah dari Jatigede dan harus terusir lagi. Dulu terusir , mas sekarang harus terusir lagi,” kata Usup, Jumat (4/11/2016)

Jalan tol Cisumdawu sepanjang hampir 60 km ini melintasi pemukiman warga di Desa Cibeureuyeuh dan Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang. Masuknya kawasan pemukiman menjadi jalur tol ini diprotes warga setempat. “Warga menolak pemukiman mereka dilintasi jalan tol. Warga tak mau dipindahkan,” kata Sumarna, Kepala Desa Cibeureuyeuh, Jumat (4/11/2016).

Kedua kepala desa ini mengaku sudah menyampaikan aspirasi warga desanya kepada Bupati Eka Setiawan saat rapat koordinasi, sosialisasi dan audensi jalan tol Cisumdawu bersama satker proyek Cisumdawu, Kamis (3/11). “Warga menolak karena tidak mau pindah rumah, kami sepakat desa di conggeang menolak jalan tol melalui pemukiman, meski sekarang patok untuk jalan sudah dipasang,” katanya.

Pemerintahan desa ini memberikan solusi kepada Satker Cisumdawu, bahwa jalan tol bisa melalui Cibeureuyeuh dan Cacaban tetapi harus digeser ke lahan kosong yang tak ada pemukiman penduduk. “Kamimemberikan jalan keluar supaya jalur jalan tol itu tak melalui pemukiman tapi mengunakan lahan kosong seperti sawah ata kebun,” katanya.(std)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved