Ternyata Gerbang Menuju Bendungan Jatigede Masih Numpang dan Berupa Jalan Sempit

alan masuk ke lingkar Jatigede belum dibangun karena terkendala pembebasan lahan sepanjaang 800 meter di Cieunteung, Darmaraja

Ternyata Gerbang Menuju Bendungan Jatigede Masih Numpang dan Berupa Jalan Sempit
TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
BISA DILINTASI - Sejumlah kendaraan melintasi jalur lingkar Jatigede, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/6/2016). Jalur yang menghubungkan antara Darmaraja Kabupaten Sumedang menuju Wado dan Malangbong Kabupaten Garut tersebut dikabarkan sudah mulai dilintasi pada h-7 Hari Raya Idulfitri, meskipun masih terdapat pembangunan di sejumlah titik yang belum rampung, salah satunya jembatan lingkar Jatigede. 

SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Satuan Kerja (Satker) Bendungan Jatigede menunggu aspek legal kepemilikan tanah di lahan masuk ke jalan lingkar Jatigede di Cieunteung, Darmaraja. Jalan masuk ke lingkar Jatigede sepanjang 800 meter ini masih terkendala pembebasan lahan.

Akibat belum dibebaskan lahan masuk ke jalan lingkar, akses jalan masuk masih menggunakan jalan kabupaten yang sempit di perempatan Alun-alun Mesjid Agung Darmaraja.  “Jalan masuk ke lingkar Jatigede belum dibangun karena terkendala pembebasan lahan sepanjaang 800 meter di Cieunteung, Darmaraja,” kata Harya Mulyanto, Kepala Satker Jatigede usai rapat dengan Pemkab Sumedang, BPN, BPKP dan perwakilan orang terkena dampak (OTD) Jatigede di ruang Cakrabuana, Pemkab Sumedang, Rabu (2/11).

Menurutnya, pembebasan lahan masuk ke jalan lingkar Jatigede menjadi prioritas Satker Jatigede di ujung tahun ini. “Ada kendala di negosiasi yang berujung ketidaksepakatan harga sejak 2015 oleh panitia pembebasan tanah (P2T) dan sekarang ada aturan baru tim P2T dari BPN,” kata Harya.

Disebutkan, tim P2T BPN sedang bekerja melakukan verifikasi data dan nanti ada apraisal harga lahan yang dibebaskan. “BPN sedang melakukan aspek legal atas kepemilikan lahan dan sedang mengumumkannya serta nanti kalau sudak ada apraisal dan harga yang disepakati maka tinggal bayar saja,” katanya.

BPN mengumumkan daftar ganti rugi pengadaan tanah di lokasi jalan lingkar Jatigede Barat mulai Desa Cieunteung, Darmaraja, Cisurat, Sukapura, dan Cikareo Selatan serta Lingkar Jatigede Timur mulai Jemah, Sarimekar, Ciranggem, dan Tarikolot.

“Kami berharap pembebasan lahan untuk jalan lingkar Jatigede barat itu tuntas tahun ini sehingga tahun depan pembangunan fisik jalan dimulai,” katanya.

Serangkaian aksi massa memprotes penanganan dampak sosial Bendungan Jatigede terus dilakukan warga. Termasuk pembebasan lahan untuk jalan lingkar yang terkendala. Bahkan warga sempat mengancam akan menutup akses masuk ke jalan lingkar di perempatan Alun-alun Mesjid Agung Darmaraja jika pemerintah dan Satker Jatigede tak kunjung membangunan jalan masuk lingkar Jatigede di Cieunteung. (std)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved