Peraih Hadiah Nobel Fisika 1999 Sambangi ITB

Ia datang untuk menjadi pembicara utama dalam International Conference on Mathematics and Natural Sciences (ICMNS) ke-6 tahun 2016

Peraih Hadiah Nobel Fisika 1999 Sambangi ITB
Cipta Permana
Pemenang hadiah nobel Fisika tahun 1999 Prof Gerard t Hooft (kedua dari kiri) menjawab pertanyaan wartawan, saat jumpa pers bersama Ahli Fisika teori ITB, Prof Freddy P Zein (batik biru) dan Senior Advisor ITB, Prof Djoko Santoso (jas hitam,kacamata) di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin, (31/10/2016). 

Kuliah umum tersebut ditujukan dan terbuka untuk masyarakat umum, bagi mereka yang berminat dapat melakukan registrasi kuliah umum tersebut dapat diakses di http:portal.itb.ac.id/nobel,

Berdasarkan jadwal yang dihimpun Tribun, Prof Gerard t Hooft juga akan menghadiri sebuah gala dinner bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada 2 November 2016 dan mengunjungi beberapa situs-situs bersejarah seperti observatorium Bosscha.

Kontribusinya dalam sains khususnya fisika menuaikan hasil yang sangat signifikan yaitu penemuan top quark sebuah partikel elementer, yang akhirnya melengkapi model standar dari penyusun alam semesta dan stuktur besar alama semesta.

Disampaikan Djoko, ITB sebelumnya pernah menghadirkan tiga peraih nobel dan penghargaan internasional lainnya, seperti Prof. Robert Huber, pada tahun 2011 (Peraih penghargaan Nobel di bidang Kimia 1998), Prof Cedric Villani (Field Medalist 2010) pada 2011, dan Prof Brian Schmidt (peraih penghargaan Nobel di bidang Fisika 2011) pada tahun 2014.

Prof Gerrardus 't Hooft berhasil meraih Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1999 bersama dengan pembimbingnya, Martinus JG Veltman, untuk spesialisasi teori "penguraian struktur kuantum interaksi elektrolemah".

Penelitiannya terkonsentrasi pada teori ukuran, lubang hitam (black hole), gravitasi kuantum dan aspek-aspek dasar mekanika kuantum. Sumbangannya bagi ilmu fisika teoretik berupa bukti bahwa teori ukuran dapat direnormalisasi, regularisasi dimensional dan prinsip holografik.

Prof Hooft menuturkan bahwa ilmu fisika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena bisa membantu manusia mempelajari cara kerja benda yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Karena 99 persen di alam semesta ini sangat berkaitan dengan fisika.

"Dengan hukum fisika kita bisa memahami bagaimana alam semesta ini bekerja. Bahkan, di luar itu, jaringan tubuh manusia juga bisa dijelaskan lewat fisika," ujar Prof Gerrardus 't Hooft kepada wartawan dalam sesi tanya jawab konferensi pers di ruang rapat pimpinan A rekrorat ITB. (dd)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved