Peraih Hadiah Nobel Fisika 1999 Sambangi ITB

Ia datang untuk menjadi pembicara utama dalam International Conference on Mathematics and Natural Sciences (ICMNS) ke-6 tahun 2016

Cipta Permana
Pemenang hadiah nobel Fisika tahun 1999 Prof Gerard t Hooft (kedua dari kiri) menjawab pertanyaan wartawan, saat jumpa pers bersama Ahli Fisika teori ITB, Prof Freddy P Zein (batik biru) dan Senior Advisor ITB, Prof Djoko Santoso (jas hitam,kacamata) di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin, (31/10/2016). 

Laporan Muhamd Cipta Permana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Peraih hadiah Nobel Fisika tahun 1999, Prof Gerrardus 't Hooft mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (31/10/2016).

Ia datang untuk menjadi pembicara utama dalam International Conference on Mathematics and Natural Sciences (ICMNS) ke-6 tahun 2016, pada tanggal 2-3 November.

Dalam konferensi tersebut akan hadiri sejumlah ilmuwan serta pakar dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

ICMNS merupakan pertemuan ilmiah yang digelar secara rutin dua tahunan yang ditujukan untuk mempertemukan para ahli di berbagai bidang agar dapat saling bekerjasama lintas disiplin dan antar disiplin.

Pertemuan ini diselenggarakan di tingkat nasional sejak tahun 1998 oleh FMIPA-ITB, dan berubah menjadi pertemuan bertaraf internasional sejak tahun 2006.

"Kunjungan Prof Gerrardus 't Hooft selain menjadi pembicara utama pada ICMNS 2016, juga untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat umum dalam bidang sains dan sekaligus memberikan inspirasi kepada para pelajar di Indonesia untuk memajukan pengetahuan sains dan teknologi," ujar guru besar ITB, Prof Djoko Santoso dalam jumpa pers kunjungan Prof Gerrardus 't Hooft di ruang Rapim A, Rektorat ITB, Jalan Taman sari, Kota Bandung, Senin (31/10).

Dalam lawatannya Prof Gerrardus 't Hooft dijadwalkan akan memberikan sejumlah kuliah yang berkaitan dengan riset pengetahuan dan pendidikan fisika, pertama yang bertajuk "Challanges in Physics Research and Education" pada tanggal 1 November 2016 di gedung CRCS ITB dengan sesi telekonferensi yang terhubung dengan enam universitas termuka di Indonesia.

Kuliah kedua dengan topik "Standard Model and Beyond" yang merupakan bagian dari ICMNS ke-6 akan diberikan profesor kelahiran 5 Juli 1946 di Den Helder, Belanda tersebut pada 2 November 2016 di gedung Aula Barat ITB.

Dan kuliah ketiga pada 4 November 2016 adalah kuliah umum dengan judul "Grand Public Lecture : A Road to Nobel Prize" dengan sasaran masyarakat umum yang akan diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha ITB.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved