Menikmati Hangatnya Awug Ibu Siti Ujungberung
Cuaca dingin-dingin beginin sangat pas menikmati camilan tradisional awug, apalagi kalau disantap selagi hangat
Awug masih sangat digandrungi sampai saat ini. Camilan yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, gula aren, vaneli dan garam ini masih bisa didapat di pinggir-pinggir jalan Kota Bandung, termasuk Awug Ibu Siti Ujungberung. Awung yang telah eksis sejak 1980an ini juga menjajakan sekitar 30 jajanan pasar antara lain jiwel, dadar gulung, ongol-ongol, kelepon ubi, putri noong, putu mayang, surandil, ali agrem, dan gemblong.
Gula aren yang dipakai untuk membuat awug adalah gura aren kawung. Gula aren dihaluskan hingga berbentuk kerikil. Kelapa parut dengan kematangan sedang dipadukan dengan tepung beras.
Sedangkan kelapa parut untuk topping awung menggunakan kelapa yang direbus selama satu jam. Kelapa parut direbus supaya tidak mudah basi.
Tepung beras, kelapa parut, gula aren, vaneli dan garam dikukus menggunakan alat khusus. Di dalamnya diisi air sekitar dua liter dan daun pandan. Jika air belum matang, membutuhkan waktu sepuluh menit untuk mengkukus awug. Jika air sudah mendidih, hanya lima menit sampai awug matang.
"Sehari bisa 30 aseupan habis. Satu aseupan bisa dibuat delapan dus awug," ujar Rahmat, pegawai sekaligus saudara pemilik Awug Ibu Siti Ujungberung, saat ditemui di Jalan Banda dalam acara ulang tahun kota Bandung, kemarin.
Awug dibungkus di dalam dus. Awug di dalam dus kecil dibanderol Rp 10 ribu. Jika kurang puas, awug dus besar bisa jadi pilihan, harganya Rp Rp 15 ribu. Satu aseupan awug dijual Rp 65 ribu. Awung ukuran nyiru besar dipatok seharga Rp 250 ribu. Awug seukuran nyiru kecil bisa dibawa pulang dengan harga Rp 175 ribu.
"Kami banyak menerima pesanan seperti dari Polda, dua minggu bisa sampai lima nampan," ungkap Rahmat.
Awung, menurut Rahmat, cocok dihidangkan di berbagai kesempatan
Tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan, awug bisa bertahan selama satu hari. Sedangkan jajanan pasar yang rata-rata dijual Rp 1000 hanya mampu bertahan kurang dari satu hari. "Enggak bisa buat besok kalau jajanan pasar," katanya.
Awug Ibu Siti Ujungberung setiap hari beroperasi di depan alun-alun Ujungberung. Pelanggan sudah bisa membeli jajanan di sana mulai pukul 08.00 hingga 21.00.
"Biasanya magrib sudah habis. Kalau Minggu bukanya di pasar tumpah di Pasir Jati dan dekat SMPN 46 Bandung," ujar Rahmat. (ee)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/awug_20161031_143138.jpg)