Awalnya Kusam dan Kotor, Kini Kantor Golkar Jabar Gemerlap dan Bersih
Pada bagian interior atau di dalam gedung, tembok gedung yang awalnya berwarna kuning redup, dicat kembali dengan warna kuning mencolok
Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar M Zezen Zainal M
BANDUNG, TRIBUN - Ketua Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyulap Kantor DPD Golkar Jabar di Jalan Maskumambang, Kota Bandung menjadi lebih gemerlap dan bersih. Sebelumnya, Kantor DPD Golkar Jabar tampak kusam, kotor dan seperti "rumah hantu" karena jarang ada kegiatan.
Tak hanya menjadikannya lebih bersih dan gemerlap, Dedi juga mengubah Kantor Golkar Jabar di bagian luar maupun di dalam kantor. Di bagian luar, Dedi mengubah total bagian pagar dan gapura dengan perpaduan desain bernuansa artsitektur Jawa Barat dan Bali yang banyak terdapat di Gedung Pemerintahan di Purwakarta.
Pada bagian interior atau di dalam gedung, tembok gedung yang awalnya berwarna kuning redup, dicat kembali dengan warna kuning mencolok khas Golkar. Mereka yang berada di dalam gedung akan merasa lebih nyaman serasa berada di hotel berbintang dengan nuansa galeri yang cukup kental.
Nuansa galeri sudah terasa ketika pertama masuk ke kantor partai berlambang pohon beringin ini. Di bagian lobby yang kini mirip dengan lobby hotel, terpasang beberapa lukisan portrait tokoh-tokoh besar Indonesia.
Lukisan-lukisan berukuran sekitar 1x70 cm juga banyak dipajang di sejumlah ruangan dan hampir di seluruh Kantor DPD Golkar Jabar. Lukisan yang dipajang tersebut mulai dari Soekarno muda dan Moh Hatta, Gus Dur, Soeharto, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
"Koleksi saya dibawa ke sini juga, biar kelihatan bagus. Sementara lukisan tokoh dulu, nanti kita tambah lagi," ujar Dedi kepada wartawan di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Bandung, Kamis (27/10).
Dedi yang juga menjabat Bupati Purwakarta itu mengaku ke depan pihaknya berencana membuat semacam galeri atau museum Pancasila di salah satu ruangan di Kantor Golkar tersebut. Diharapkan, museum atau galeri tersebut dapat dijadikan sebagai tempat para kader muda Partai Golkar serta para pelajar untuk mempelajari Pancasila. (zam)