Kamis, 9 April 2026

Kemenpora Siapkan Venue Khusus Disabilitas

Yah di level nasional hari ini kita masih konsentrasi pelatnasnya di Solo, saya sedang berpikir ke depan untuk persiapkan (venue) atlet disabilitas

Penulis: cis | Editor: Ferri Amiril Mukminin
LUTFI
Menpora Imam Narchrowi di acara Pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV, di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Sabtu (15/10/2016). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana
akan menyiapkan venue khusus atlet disabiltias. Hal itu untuk
mengakomodir atlet-atlet disabilitas yang memiliki prestasi di bidang
olahraga.

“Yah di level nasional hari ini kita masih konsentrasi pelatnasnya di
Solo, saya sedang berpikir ke depan untuk persiapkan (venue) atlet
disabilitas,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, kepada
wartawan di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung,
Minggu (23/10/2016).

Imam mengatakan, atlet disabilitas yang mengikuti Peparnas XV 2016
telah memberikan inspirasi banyak pihak terutama di kalangan pejabat
di pemerintah pusat. Bahkan, kata dia, presiden pun memberikan
penghargaan yang luar biasa kepada para atlet disabilitas tersebut.

“Ada inspirasi baru dari orang yang biasa tapi ada cita-cita dan
harapan yang luar biasa,” kata Imam.

Secara kemampuan, Imam mengatakan, atlet disabilitas cukup
membanggakan. Ia pun melihat kualitas atlet disabilitas Indonesia
terus mengalami peningkatan tiap tahun. Peserta olimpiade di Brasil
misalnya, kata dia, bertambah lima orang ketimbang olimpiade di London
pada 2012.

“Memang dari sisi prestasi belum naik tapi dari segi kuantitas sudah
baik. Makanya ada mulai kebijakaan pemerintah untuk memberi penghagaan
yang sama kepada mereka, mulai akomodasi, tunjangan hari tua, dan
bonus,” kata Imam.

Terkait dengan regenerasi atlet disabilitas, Imam mengatakan, hal
tersebut menjadi tugas pemerintah daerah untuk mencarinya dan
menciptakannya. Pemerintah daerah, kata dia, harus mulai memerhatikan
altet disabiltias lantaran prestasi yang mereka berikan bisa menaikan
nama daerah masing-masing.

“Saya kira jangan bersumber dari SLB saja tapi tenaga olahraga harus
turun ke kampung dan desa untuk melihat potensi mereka. Karena ini
bukan bukan hanya olahraga saja, tapi juga memberikan penghargaan
kepada mereka yang ada keterbatasan tapi kalau kita dorong, kita
kompetisikan mereka bisa menjadi manusia yang unggul dan berkarakter,”
kata Imam. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved