Senin, 20 April 2026

Kehidupan

Gagal Jadi Pilot Karena Kecelakaan, Ismail Kini Enjoy Jalani Profesi Ini dan Sukses

Saya butuh waktu tidak sebentar untuk menyemangati hidup saya. Sebab, cita-cita saya jadi pilot, urung sudah setelah diamputasi

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR / BUKBIS CANDRA ISMET BEY
ILUSTRASI 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebuah kecelakaan membuat jalan hidupnya berubah. Namun, kecelakaan tersebut tak membuat hidupnya berakhir. Tak disangka justru hal tersebut membuat Ismail (34) berhasil meraih sukses seperti sekarang ini.

Kisah sedih tersebut harus dialami Ismail, atlet paralimpian renang pada tahun 2000 silam. Ismail muda kala itu, memimpikan bisa meraih cita-citanya menjadi seorang pilot. Namun ibarat pepatah, manusia hanya berencana, Allah Yang Maha Kuasa lah yang akhirnya menentukan.

Sebuah kecelakaan membuat Ismail harus mengubur cita-citanya tersebut. Ceritanya, pada pertengahan tahun 2000, Ismail remaja yang tengah mengendarai sepeda motor, terserempet mobil.

Kecelakaan yang terjadi rupanya cukup parah, sehingga ketika itu dokter memutuskan kaki Ismail harus diamputasi demi menyelamatkan nyawanya. Ibarat petir di siang bolong, Ismail pun harus rela menerima takdir tersebut.

Padahal dari kecil hingga usianya 17 tahun, ia masih menjalani hidup dengan anugerah fisik normal dan terus memelihara mimpinya menjadi seorang pilot. Akibat kecelakaan itu, Ismail pun harus rela melupakan mimpi besarnya tersebut.

"Saya butuh waktu tidak sebentar untuk menyemangati hidup saya. Sebab, cita-cita saya jadi pilot, urung sudah setelah diamputasi. Beruntung saya punya keluarga yang terus menyemangati," kata Ismail saat ditemui di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia, Jl Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (19/10).

Dengan dukungan penuh dari keluarganya, Ismail akhirnya mau berlatih renang yang terus dilakukannya hampir setiap hari kecuali hari libur. Tanpa lelah, aktivitas itu menyadarkan dirinya bahwa ia masih memiliki potensi sekalipun cita-cita menjadi seorang penerbang kandas.

"Meskipun kaki kanan tidak berfungsi, bukan penghalang bagi saya. Ya memang susah, cuman kalo udah lama berlatih ya lumayan. Malah sekarang jadi menyenangkan aja lah, saya enjoy," katanya.

Pada gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Jabar ini, ia berhasil memperoleh medali perunggu pada cabang olahraga (cabor) renang 50 meter. Menurut dia, kini jalan hidupnya telah dipilih. Ismail ingin terus menjadi paralimpian, yang selalu semangat dan terus berprestasi ke depannya. Ini terlihat jelas di wajahnya yang terus semringah setelah perunggu di genggamannya.

"Harapan saya bisa lebih baik lagi. Saya lebih tahu jalan hidup ke depannya, saya akan serius berkecimpung agar berprestasi pada kejuaran lainnya. Saya harap dukungan pemerintah juga bisa terus konsisten bagi paralimpian," ujar dia. (zam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved