Success Story
Berawal dari Sepasang Sandal
MENDAPAT pemberian sandal dan banyak yang menyukainya, Hera Susanti memutuskan berbisnis sandal.
Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
MENDAPAT pemberian sandal dan banyak yang menyukainya, Hera Susanti memutuskan berbisnis sandal. Kini, Hera memproduksi dan memasarkan empat ribu pasang sandal setiap bulan.
Sebelum menekuni bisnis sandal, Hera telah mencoba beberapa bisnis. "Dulu sempat bisnis kuliner, tapi bangkrut terus. Saya bisnis cilok goreng, pernah juga jualan awug," kata Hera kepada Tribun, Kamis (13/10) di Buahbatu.
Akhir tahun 2014, Hera diberi sandal oleh temannya. Sandal bermotif garis-garis pelangi ini disukai teman-temannya yang lain. Mereka memuji sandal tersebut.
Mendengar ucapan teman-temannya, Hera melihat ada peluang bisnis. Ia memutuskan berbisnis sandal. Hera mencari pembuat sandal dan menemukannya di Majalengka. Sandal itu diberi merek Mimoy's.
"Setelah beberapa lama, saya malah disuruh produksi sandal sendiri. Dua minggu saya diajarin sampai akhirnya bisa. Sekarang saya produksi sandal sendiri," ucap Hera.
Hera mencari bahan baku sandal ke Tangerang dan Surabaya. Bahan baku tersebut dibawa ke Rancaekek untuk diproduksi. Sandal untuk perempuan menggunakan bahan baku spons, sedangkan untuk laki-laki berbahan baku karet super.
Setelah jadi, sandal buatannya dipasarkan via online. Banyak orang yang berminat menjadi agen dan reseller Mimoy's. Hera menyebutkan agen Mimoy's ada di Pontianak, Tangerang, Bogor, Sulawesi, Jakarta, dan Sukabumi.
Mitra bisnis Hera ini tahu Mimoy's dari dunia maya. Hera tidak kenal dan belum pernah bertemu dengan mereka sebelumya.
"Kami belum tatap muka, jadi sistem trust aja," ujar Hera.
Hera pun getol mengeluarkan motif-motif baru. Ia mencari ide motif apa yang cocok untuk sandalnya. "Motif saya yang bikin, sengaja mencari. Setiap bulan ada motif baru," katanya.
Menurut dia, yang saat ini sedang booming lagi adalah motif polkadot. Dalam waktu dekat, Mimoy's bakal meluncurkan motif batik.
Momen Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas juga menjadi berkah bagi Hera. Mimoy's mengirim dua ribu pasang sandal berlogo PON ke beberapa hotel.
Soal nama Mimoy's, menurut Hera, itu awalnya panggilan kesayangan untuknya di keluarga. "Ya sudah, dijadiin merek saja," ucap Hera.
Selain via online, Mimoy's juga dipasarkan secara offline saat pameran. Hera mengatakan ia pernah membawa Mimoy's mengikuti pameran di Jember, Jakarta, Bekasi, hingga Thailand. "Tapi memang kebanyakan pameran di Bandung," katanya.
Ke depannya, Hera ingin Mimoy's semakin meluas pemasarannya. Ia ingin Mimoy's bisa masuk ke Bali.
Agar bisa terus diminati masyarakat, Hera selalu mengeluarkan motif baru. Apalagi sekarang juga sudah banyak pesaing yang membuat sandal serupa. "Selagi motif atas beda, percaya diri saja," ujar Hera. (tis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hera-susanti_20161016_065533.jpg)