Penghargaan

Benarkah Pelaku Seni Budaya Sunda Buhun Sulit Mendapat Tempat di Cimahi?

PELAKU seni sunda buhun, dari pedepokan Dangian nonoman padjajaran, Kota Cimahi,

NAZMI ABDURRAHMAN
PECAHKAN REKOR -- Sejumlah pelaku seni sunda buhun dari 16 padepokan di Jawa Barat dan Banten berfoto bersama usai memecahkan record Original Record Indonesia (ORI), di Lapangan Alun-alun, Kota Cimahi, Sabtu (15/10/2016). 

Laporan Nazmi Abdurrahman

CIMAHI, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Pelaku seni sunda buhun, dari pedepokan Dangian nonoman padjajaran, Kota Cimahi, mengaku seni sunda buhun susah mendapat ruang di Kota Cimahi.

Menurut Ketua harian padepokan Dangian nonoman padjajaran, Kota Cimahi, Rizal Kusnandar, kesenian budaya sunda buhun yang menampilkan seni budaya seperti Tarawangsa, Debus, Silat, Ketuk Tilu, Karinding dan Wayang Bambu itu, saat ini hampir tidak dikenali generasi muda Kota Cimahi.

Penyebabnya, kata dia, karena ada persepsi yang keliru di masyarakat, saat menyaksikan pangeralan seni sunda buhun.

"Masyarakat ini berfikiran kalau sunda buhun itu identik dengan mistis dan musyrik, mungkin karena ada menyan atau sasajen, jadi seperti yang alergi. Padahal itu salah, sunda buhun itu murni seni budaya," ujar Rizal, saat ditemui di Lapangan Alun-alun, Kota Cimahi, Sabtu (15/10).

Itu pula yang menjadikan padepokan Dangian nonoman padjajaran, Kota Cimahi mengaku lebih sering tampil di daerah lain, ketimbang di Kota Cimahi. Padahal, padepokan seni budaya sunda tersebut sudah berdiri lebih dari 10 tahun di Kota Cimahi.

"Karena di Cimahi masyarakatnya kurang merespon baik terhadap seni budaya ini, mereka kurang peduli, berbeda dengan daerah lain," katanya.

Rizal berharap, pemerintah Kota Cimahi dapat membantu para pelaku kesenian budaya sunda buhun di Kota Cimahi agar dapat dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat Kota Cimahi.

"Kami tidak meminta uang, tapi minimal pemerintah bisa memberikan fasilitas seperti gedung khusus pegelaran seni, agar lebih eksis dan ada regenerasinya biar tidak punah," ucapnya. (*)

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved