Jumat, 10 April 2026

Tinjau Longsor

Tak Ada Hujan Tapi Payung Warna Warni ''Tak Mau Pisah'' dari Bupati Abubakar

Bupati Bandung Barat melakukan kunjungan ke lokasi longsor di Kampung Cikarang, Desa/Kecamatan Saguling, Kamis (13/10).

Editor: Kisdiantoro
Mumu Mujahidin
Bupati Bandung Barat Abubakar memakai payung warna-warni saat melakukan kunjungan longsor ke wilayah Kampung Cikarang, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/10). 

SAGULING, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Bandung Barat Abubakar memakai payung warna-warni saat melakukan kunjungan longsor ke wilayah Kampung Cikarang, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, tadi siang. Selain memakai payung, Abubakar juga mengenakan kacamata hitam anti ultraviolet miliknya.

Abubakar tiba di lokasi bersama rombongan sekitar pukul 11.30. Saat turun dari mobil dinasnya orang nomor satu di KBB ini, tampak mengenakan pakaian batik bermotif rereng klasik berwarna dominasi merah-hitam, lengkap dengan celana bahan warna senada.

Selain itu Abubakar juga membawa tongkat tangan yang setia di bawanya kemana-mana. Saat turun mobil ajudan pribadi Abubakar langsung memayungi beliau dengan payung warna-warni lengkap dengan kacamata hitam anti ultravioletnya.

Menurut pantauan Tribun, ini sangat di luar kebiasayaannya. Sebelumnya orang nomor satu di KBB ini jarang terlihat menggunakan payung dalam kunjungan kerja atau acara penting lainnya selama di lapangan. Terkecuali jika hujan turun baru, Abubakar memakai payung.

Cuaca saat itu memang tidak mendung malah cukup panas, mungkin itu salah satu alasan Abubakar memakai payung dan kacamata hitam saat kunjungannya tadi siang. Saat melakukan pantauan Abubakar tampak dipayungi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB kemana pun dirinya pergi. Bahkan saat sesi wawancara pun Abubakar tetap memakak payungnya meski tanpa kacamata.

Bupati Bandung Barat melakukan kunjungan ke lokasi longsor di Kampung Cikarang, Desa/Kecamatan Saguling, Kamis (13/10). Longsor yang terjadi Senin (10/10) dini hari itu, belum juga ada penanggulangan bencana terutama pada material lumpur yang masih menutup jalan desa sepanjang 20 m. Tanah tersebut menutup akses antara Kampung Cikarang RW 07 dan Kampung Cipeuteuy RW 05. (aa)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved