Minggu, 12 April 2026

Aher : Dahsyat, Kalau Bank bjb Bisa Sumbang Deviden Rp 500 Miliar ke APBD Jabar

Bila target laba sebesar 130 persen itu dapat diraih oleh bank bjb, otomatis deviden yang masuk ke kas daerah . . .

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Dedy Herdiana
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

 
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memprediksi keuntungan atau laba Bank Jabar Banten (bjb) tahun 2016 ini akan lebih besar dibanding tahun lalu. Sebab selain sahamnya terus meningkat, kata Gubernur, kinerja bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jabar itu semakin membaik.

"(Keuntungan) tahun sekarang optimistis bisa lebih tinggi (dari tahun lalu). Insya Allah bisa mencapai 130 persen lebih," kata Aher, sapaan akrab Gubernur Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Rabu (12/10).

Bila target laba sebesar 130 persen itu dapat diraih oleh bank bjb, otomatis deviden yang masuk ke kas daerah Pemprov Jabar juga akan semakin tinggi. 

"Saya memperkirakan bank bjb bisa menyumbang deviden hingga Rp 500 miliar ke APBD Jabar. Kalau sebesar itu kan dahsyat," ujar Aher.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga mengaku gembira dengan perkembangan bank bjb dari tahun ke tahun. Terlebih, saat ini bank bjb sudah berhasil menjelma menjadi 15 bank terbesar di Indonesia sekaligus menjadi bank pembangunan terbesar di Indonesia.

"Selama menjabat Gubernur Jabar, saya merasa tahun 2016 ini adalah tahun terbaik untuk bank bjb," tutur Gubernur.

Meski secara umum kinerja bank bjb terus membaik, Aher tetap meminta bank bjb untuk membuat dan menerapkan langkah-langkah strategis lainnya agar target 2016 ini bisa tercapai. Selain itu, Aher juga berharap bjb bisa meningkatkan efisiensi atau menekan biaya operasional namun tetap bisa menghadirkan prestasi serta pengawasan yang terbaik.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Aher selaku pemegang saham mayoritas di bank bjb menyampaikan sejumlah pesan dan harapannya kepada bank bjb.

"Efisiensi bisnis perbankan di bjb harus dirancang dengan baik, kemudian biaya operasional juga bisa diturunkan, suku bunga juga bisa diturunkan. Mungkin dampak dari suku bunga turun, operasional juga bisa turun atau dampak dari operasional turun, suku bunga juga turun. Dampaknya masyarakat, para nasabah, para pebisnis akan merujuk kepada bank bjb," tutur Aher.

Bila efisiensi dilakukan, menurutnya, keuntungan tidak akan berkurang. Sebab ketika ada efisiensi, ketika ada penurunan suku bunga perbankan efisiensinya terus dilakukan. 

"Jadi margin keuntungannya akan tetap sama bahkan akan sangat melimpah, karena akan banyak nasabah masuk ke kita (bjb) karena melihat ada suku bunga yang lebih rendah dari bank-bank yang lain," jelasnya. (zam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved