Longsor di Arjasari
Warga Desa Bojongmanggu Was-was Sungai Cibintinu Kembali Mengalir Deras
Kawasan yang terancam luapan sungai jika bendungan alami ini jebol akibat tak dapat menampung lebih banyak air adalah RW 1,2, dan 3
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
ARJASARI, TRIBUN - Warga Desa Bojongmanggu di Kecamatan Pameungpeuk dan warga Desa Wargaluyu di Kecamatan Arjasari kembali was-was karena Sungai Cibintinu yang sebelumnya pada Kamis (6/10) terbendung material longsor di Kampung Cibeureum, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, kini kembali mengalir deras.
Air sungai yang bermuara di Sungai Cisangkuy ini terus mengalirkan air berwarna cokelat kemerahan pekat, membawa serta lumpur dan sesekali potongan kayu, bahkan ubi dan kacang tanah, dari kawasan pertanian yang terkena longsor.
Di kawasan hilir, tepatnya di Kampung Cihonje, Cikupa, Bobojong, dan Bojongkoneng di Desa Wargaluyu, sebagian warga bersiaga di pinggiran jalan dan depan rumah mereka. Mereka khawatir air sungai akan meluap, walaupun air yang terbendung longsoran berangsur surut sejak Jumat (7/10).
Ketua RT 2 Kampung Cikupa, Yayat Sutaryat, mengatakan warga sudah mengungsikan barang-barang berharga mereka ke rumah saudara atau tetangganya yang terletak di dataran lebih tinggi, jauh dari sungai.
Yayat mengatakan saat air yang terbendung oleh material longsor berangsur surut melalui dua celah yang terbentuk tiba-tiba, Jumat (7/10) sore, permukaan air Sungai Cibintinu di kampungnya nyaris meluap.
"Untungnya masih bisa ditahan oleh tanggul sehingga air tidak masuk ke permukiman. Kemudian setelah itu sempat turun permukaannya, kemudian pukul 11.00 hari ini, airnya naik lagi. Warga pun khawatir lagi," kata Yayat, Sabtu (8/10).
Yayat mengatakan warga sudah siap menyelamatkan diri jika sungai tersebut meluap. Dikhawatirkan, katanya, tanggul yang berkondisi rusak di kampungnya ini tidak kuat menahan aliran sungai dan akhirnya jebol.
Sabtu (8/10) siang, hujan turun di Kecamatan Arjasari, termasuk di kawasan longsor. Sebelumnya di Kampung Cibeureum, tebing setinggi 100 meter dan panjang 300 meter longsor kemudian menimpa dan membendung Sungai Cibintinu di bawahnya.
Kawasan yang terancam luapan sungai jika bendungan alami ini jebol akibat tak dapat menampung lebih banyak air adalah RW 1,2, dan 3, di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari dan RW 4,5,6,7,8, dan 9 di Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk.
Di lokasi longsor, sebelumnya ada sekitar 1 hektare lahan sawah di sekitar sungai yang sempat tergenang akibat sungainya terbendung. Kedalamannya saat itu maksimal sekitar 10 meter. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yayat-sutaryat-memantau-sungai-cibintinu_20161008_120139.jpg)