SOROT

Kabar Burung Sepak Bola

Baru saja menghirup udara bebas, eh malah sanksi FIFA siap menunggu lagi.

Kabar Burung Sepak Bola
TRIBUN JABAR
Oktora Veriawan, Wartawan Tribun. 

Oleh Oktora Veriawan
Wartawan Tribun

ADA yang menarik di sepak bola Indonesia belakangan ini. Pertama, menyoal kekisruhan jelang Kongres PSSI yang akan digelar 17 Oktober. Kedua, mengenai kabar burung dikontraknya pemain bola cilik Indonesia oleh salah satu klub La Liga Spanyol.

Untuk kabar pertama, rasanya persoalan sepak bola Indonesia tak ada ujungnya. Seperti pepatah, keluar mulut harimau masuk mulut buaya. Kita tahu, Indonesia baru saja terbebas dari sanksi FIFA yang membekukan keanggotan PSSI setelah ada campur tangan pemerintah dalam urusan dapur PSSI. Saat itu, Kemenpora membekukan PSSI karena tetap mengikutsertakan Arema dan Persebaya di kompetisi ISL, padahal kedua tim masih dalam sengketa di pengadilan.

Detik-detik menjelang ketuk palu dewan eksekutif FIFA untuk menghukum Indonesia, akhirnya dengan kebijaksanaannya, Kemenpora mencabut pembekuan PSSI dengan catatan harus segera digelar Kongres PSSI untuk memilih ketua umum PSSI baru setelah La Nyalla dilengserkan.

Baru saja menghirup udara bebas, eh malah sanksi FIFA siap menunggu lagi. Masalahnya, Kemenpora kembali nimbrung di urusan dapurnya PSSI. Alasan Kemenpora, Kongres PSSI harus digelar di Yogyakarta. Sedangkan PSSI keukeuh digelar di Makassar. PSSI pun melaporkan kasus ini kepada FIFA dan AFC. Kedua organisasi itu akhirnya menyerahkan keputusan lokasi Kongres kepada PSSI. Masalah baru muncul, Mabes Polri ternyata mengeluarkan izin Kongres di Yogyakarta bukan di Makassar seperti yang direkomendasikan Kemenpora. Kalau sudah begini, kapan atuh kisruh sepak bola akan berakhir. Jika masih tetap ego, tunggu saja “azab” FIFA.

Berita kedua yang menarik adalah kabar burung dikontraknya Tristan Alif oleh klub La Liga Spanyol, Deportivo Leganes. Pemain bola cilik berusia 12 tahun yang dijuluki Messi Indonesia ini, ternyata tak dikontrak. Harian olahraga Spanyol, AS, yang membeberkan kabar bohong itu. Malahan AS menuding media di Indonesia telah memberitakan sebuah kebohongan publik.

Menurut AS, foto-foto Tristan bersama tim pelatih Leganes di training camp klub tersebut, bukan dalam urusan kontrak. Leganes memperbolehkan Tristan mengunjungi markas mereka untuk berlatih karena adanya permintaan dari KBRI di Madrid. Tristan pun hanya berlatih bersama 10 menit saja di klub yang baru promosi ke La Liga tersebut.

Orang tua Tristan membantah kebohongan itu. Menurutnya, Tristan memang diminati Leganes, hanya saja tidak bisa langsung dikontrak, karena sesuai aturan UEFA bahwa pemain di bawah usia 15 tahun wajib tinggal bersama orang tua. Jadi sampai kemarin, keluarga masih mengurus administrasi agar bisa tinggal di Spanyol.

Beberapa tahun terakhir, Indonesia patut bangga karena Tristan menjadi pemain bola termuda yang diminati beberapa klub besar Eropa, sebut saja Ajax Amsterdam dan Feyenord. Bahkan, Tristan beberapa kali diundang dua klub raksasa Eredivisie Belanda itu untuk berlatih di sana.
Apa yang dikabarkan AS tersebut seperti sambaran petir di siang bolong. Motivasi terbesar bagi seorang pemain muda adalah mimpi. Bermain di klub La Liga adalah mimpi terbesar Tristan. Dengan mimpi tersebut, Tristan akan berlatih serius untuk mewujudkannya.

Jangan sampai makian kita mengenai kabar burung ini membunuh mimpi Tristan. Biarkan Tristan dan pemain-pemain muda di seluruh Indonesia memiliki mimpi besar untuk bermain di luar negeri. Yakin suatu saat nanti akan ada pemain-pemain muda Indonesia yang bisa bermain di klub elite Eropa. Dulu juga pemain Korea dan Jepang mungkin hanya bermimpi bisa bermain di klub ternama Eropa, tapi sekarang mereka malah menjadi nyawa di klub-klub elite tersebut. (*)

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved