Kanjeng Dimas Taat Pribadi
Ini yang Dilakukan Bupati Purwakarta terhadap Warganya yang Bergabung Dimas Kanjeng
Dedi menugaskan aparat Desa Sukadami dan Camat Wanayasa untuk melakukan penjemputan ke Probolinggo.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
Laporan wartawan Tribun, Mega Nugraha
PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, meminta anak buahnya untuk menjemput warga Purwakarta yang menjadi pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa timur.
Seperti diketahui, satu warga Purwakarta bernama Rukayah (60) yang berasal dari Kampung Krajan, Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa, dipastikan berada di Padepokan Kanjeng Dimas.
Tidak tanggung-tanggung, Dedi menugaskan aparat Desa Sukadami dan Camat Wanayasa untuk melakukan penjemputan ke Probolinggo.
“Saya sudah meminta ke kades dan camat untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kalau benar ada di sana, harus bisa dibujuk untuk pulang ke rumahnya," ujar Dedi di Purwakarta, Sabtu (8/10/2016).
Biayanya, kata dia, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Sehingga, penjemputan itu tidak membebani keluarga maupun sang kades dan camat.
“Biar cepat dan segera pulang, kami jemput langsung via pesawat. Kasihan keluarganya bingung," ujarnya.
Dedi pun mengimbau kepada seluruh aparat desa di Purwakarta, jika diketahui ada warganya yang mengikuti aneka ritus yang dilaksanakan di Padepokan Dimas Kanjeng agar dilakukan pendataan untuk segera dijemput.
“Sejauh ini baru satu, ya Ibu Rukoyah itu. Tapi kalau ternyata di Padepokan Dimas Kanjeng ditemukan lagi warga Purwakarta, tentu kami jemput sekalian," ujar dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dedi-mulyadi-berpikir-mata-terpejam_20160930_220545.jpg)