Penusukan Anggota TNI

Hakim Ajari Marsel, Terdakwa Penganiaya Anggota Kopassus Soal Eksepsi

KETUA majelis hakim, Kartim Haerudin SH mengajari terdakwa Marsel Gerald Akbar soal nota pembelaan.....

shutterstock
Illustrasi pengadilan. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ketua majelis hakim, Kartim Haerudin SH mengajari terdakwa Marsel Gerald Akbar soal nota pembelaan atau eksepsi. Hal ini karena Marsel dinilai tidak tahu tentang apa yang dinamakan eksepsi itu.

Sebelumnya Marsel sempat mengatakan bahwa, ia tidak terlibat dalam pembunuhan terhadap prajurit Kopassus Pratu Galang Suryawan karena saat peristiwa berdarah itu berlangsung, ia mengaku tidak ada di lokasi kejadian.

"Kalau yang sudara katakan itu sudah masuk ke materi perkara. Nanti itu dibuktikan dalam persidangan. Sekarang ini agendanya eksepsi, tahu tidak eksepsi itu apa?," tanya Kartim kepada Marsel.

Marsel pun tidak menjawab dan hanya menundukkan kepala.

Kartim pun mengajari Marsel soal eksepsi. Menurut Kartim, eksepsi itu adalah tanggapan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Apakah isi dakwaan itu, misalnya, identitas terdakwa benar atau tidak, juga apakah waktu dan lokasi kejadiannya benar atau tidak.

Menurut Marsel, sebenarnya ia hendak mengajukan eksepsi tapi tim pengacaranya tidak hadir.

Kontan hal ini disemprot oleh ketua majelis hakim. Menurut Kartim, seharusnya pengacara terdakwa hadir di persidangan. Jika seperti ini dinilai telah menghambat persidangan.

"Sekarang begini saja, sidang ini enggak bisa dilanjutkan. Terdakwa mencabut surat kuasa untuk pengacara yang lama. Tapi pengacara yang baru tidak hadir. Sekarang terdakwa sudah paham arti eksepsi, jadi kali ini sidang kami tunda sampai pekan depan. Nanti agendanya langsung pemeriksaan saksi," kata ketua majelis hakim, seraya mengetuk palu tanda sidang berakhir. (*)

Penulis: Ichsan
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved