Seni Budaya

Sendra Tari Satrio Menak Jinggo Digelar di ITB, Minggu Malam

Sendra tari merupakan pertunjukan gabungan dari drama dan tarian yang menceritakan seorang tokoh kerajaan Blambangan

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
imgrum.net

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pergelaran Seni dan Budaya Banyuwangi dari Ukawangi ITB merupakan program kerja dan puncak kegiatan Unit Kebudayaan Banyuwangi ITB. Acara ini dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pertunjukan megah dan mempesona yang dapat menunjukkan kekayaan seni budaya Banyuwangi yang hingga kini masih dilestarikan.

Selain itu, melalui pagelaran ini kita dapat mempererat kebersamaan antar anak bangsa melalui saling mengenal budaya Indonesia sebagai aset nusantara dan akan menjadi potensi pariwisata. Inilah salah satu bentuk peran Mahasiswa dalam meningkatkan kunjungan wisata. Pagelaran ini disajikan dalam bentuk Sendra Tari yang bertajuk “Satrio Menak Jinggo”.

Sendra tari merupakan pertunjukan gabungan dari drama dan tarian yang menceritakan seorang tokoh kerajaan Blambangan (Banyuwangi) yang bernama Menak Jinggo. Menak Jinggo adalah tokoh yang membebaskan kerajaan Blambangan dari tangan siluman raksasa Kebo Mercuet. Setelah itu Menak Jinggo diangat oleh Kerajaan Majapahit menjadi Adipati Blambangan. Ratu Majapahit telah berjanji akan menikahi Menak Jinggo setelah merebut Blambangan. Namun, Ratu Majapahit mengingkarinya sehingga Menak Jinggo marah dan menyatakan Blambangan melepaskan diri dari Majapahit.

Tarian yang ditampilkan adalah tarian Gandrung, Sabuk Mangir, dan Nyiru yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Umbul – Umbul Blambangan” oleh seluruh pemain sebagai penutup acara. Pagelaran ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 Waktu , pukul 19.00-22.30 WIB di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung . (tif)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved