Breaking News:

Cerpen Yudhi Herwibowo

Maaf_

AKHIRNYA, keinginan yang tak pernah sekali pun terlintas selama ini muncul juga di kepala Barun: sebuah permintaan maaf. Ini tentu suatu yang aneh.

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Maaf 

Lalu, sampailah di hari itu, saat Barun terbangun setelah seekor cecak membuang kotoran tepat di hidungnya. Kejadian berturut-turut setelah itu seperti menjadi pertanda baginya. Maka malam harinya, Barun pun memutuskan bicara dengan ibunya. Tanpa berpanjang lebar, ibu langsung memintanya meminta maaf pada keluarga Marga, dan melupakan semua yang sudah terjadi.

Tentu saja Barun hanya bisa menggeleng lemah. "Aku hanya bisa berjanji akan melupakannya, dan tak akan berbuat buruk lagi pada mereka, Bu."

Ibu nampak kecewa. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

SAMPAI beberapa tahun kemudian, ibu meninggal. Pesan terakhirnya pada Barun, sama seperti ucapannya hari itu: mintalah maaf pada keluarga Marga.

Kini tak ada lagi alasan bagi Barun untuk menolaknya. Bagaimanapun pesan terakhir bagai amanat dari ibunya.

Dengan langkah berat, Barun melangkah ke rumah keluarga Marga. Semula ia merasa kedatangannya bukan di saat yang tepat. Rumah Marga sedang dipenuhi anggota keluarga Marga lainnya. Entah sedang apa mereka. Barun mencoba berpikir positif, setidaknya dengan keberadaan mereka di sini, akan menyelesaikan semuanya dengan tuntas.

Marga, yang melihat kedatangannya sejak di pagar rumah, segera melangkah ke ambang pintu, "Mau apa kau kemari?" ia berkacak pinggang.

Barun membuka kopiahnya. Ia menarik napas panjang, "Aku ke sini... karena amanat ibuku. Aku ingin meminta maaf atas semua yang sudah terjadi di masa lalu...."

Barun menarik napas lega. Kata-kata terberat sepanjang hidupnya itu berhasil juga diucapkannya. Membuat mata Marga membulat tak percaya.

Namun hanya sedetik saja seperti itu. Detik berikutnya, mata Marga nampak berkilat, ia tiba-tiba berteriak keras, "Kalian dengar?" serunya sambil menoleh pada saudara-saudara yang ada di belakangnya. "Cucu pembunuh ini meminta maaf pada kita. Ia akhirnya mengaku salah!"

***

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved