Sidang Kasus Pengeroyokan

Pengeroyok Pratu Galang Anggota Geng Motor, Ngamuk Setelah Motor Nyaris Bersenggolan

Seorang pelaku sekaligus terdakwa Marsel Geral Akbar (28) mengikuti sidang perdana kasus pengeroyokan Pratu Galang

TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Pengadilan Negeri (PN) Bandung menggelar sidang perdana kasus pengeroyokan berujung maut terhadap seorang anggota Kopasus bernama Pratu Galang, Senin (26/9/2016). Sidang perdana itu menghadirkan Marsel Gerald Akbar alias Bule (28), sebagai terdakwa kasus tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sempat menjadi pertanyaan, akhirnya pengeroyok Pratu Galang tewas terungkap. Pelaku pengeroyok anggota Kopassus disebut jaksa penuntut umum merupakan anggota geng motor.

Seorang pelaku sekaligus terdakwa Marsel Geral Akbar (28) mengikuti sidang perdana kasus pengeroyokan Pratu Galang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (26/9/2016). Dia didakwa dua pasal yang berbeda pada sidang yang diagendakan pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Berdasarkan kronologis yang dibacakan JPU, peristiwa itu bermula ketika Marsel bersama puluhan anggota geng motor lainnya konvoi di seputaran bundaran Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (5/7/2016) sekitar pukul 02.40 WIB. Mereka berkeliling di lokasi tersebut mencari anggota geng motor yang menjadi lawan.

Tiba-tiba Pratu Galang yang mengendarai sepeda motor seorang diri menyalip konvoi Bule dan anggota geng motornya. Pratu Galang nyaris menyerempet anggota konvoi hingga akhirnya dikejar Bule. Lantas bule yang berboncengan dengan temannya bernama Rius menghentikan Pratu Galang.

"Terjadi pertengkaran, selanjutnya Rius turun dari motor dan langsung memukul korban. Namun karena melawan akhirnya korban dipukuli secara bersama-sama," kata jaksa penuntut umum (JPU), Irfan Wibowo.

Bule memukul dada dan muka korban berkali-kali dengan tangan kosong. Lantas diikuti pukulan sejumlah rekan Bule ke bagian muka dan perut.

Lantas korban mengalami penusukkan sebanyak dua kali di punggungnya. Korban pun dipukuli dengan kayu balok yang diarahkan ke bagian kepalanya.

Akibat pengeroyokan itu, Pratu Galang mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya. Satu di antaranya luka tusuk yang terdapat di punggung. Setidaknya terdapat empat luka tusuk yang dialami korban.

Antara lain luka tusuk pada punggung atas sejajar tulang iga, luka tusuk pada punggung kanan dekat keia, luka tusuk pada punggung kiri satu sentimeter dari tulang belakang, dan luka tusuk pada punggung kiri enam sentimeter dari tulang belakang.

Adapun penyebab tewasnya Pratu Galang akibat ditusuk pada punggung kiri satu sentimeter dari tulang belakang, dan luka tusuk pada punggung kiri enam sentimeter dari tulang belakang.

"Karena menusuk pembuluh darah arteri besar di dalam rongga perut sebagaimana visum et repertum dari Rumah Sakit Dustira," kata JPU, Irfan Wibowo.

PN Bandung menggelar sidang perdana kasus pengeroyokan berujung maut terhadap seorang anggota Kopasus bernama Pratu Galang, Senin (26/9/2016). Sidang perdana itu menghadirkan Marsel Gerald Akbar alias Bule (28), sebagai terdakwa kasus tersebut.

Pantauan Tribun, sidang digelar di ruang bernomor enam di PN Bandung. Proses sidang dijaga ketat aparat keamanan, baik dari Denpom III/Siliwangi dan Personil Brimob Polda Jabar bersenjata lengkap. Bule pun dikawal ketat ketika masuk ke dalam ruang persidangan.

Dalam sidang perdana jaksa penuntut umum membacakan dakwaan untuk Bule yang mengenakan baju koko putih dan celana kain hitam itu. Adapun pembacaan dakwaan dibaca dua JPU yang berbeda. Sidang dipimpin Ketua Majelis Jakim, Kartim. (cis)

Penulis: cis
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved