Minggu, 19 April 2026

Banjir Bandang di Tarogong Garut

PERHATIAN! Pemberi Bantuan Banjir Bandang Garut Diminta Koordinasi dengan Posko Utama

BENCANA banjir bandang di Kabupaten Garut mendapat banyak kepedulian dari masyarakat.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menggendong seorang anak korban bencana banjir bandang di tempat pengungsian Aula Makorem 062 Tarumanagara, Jumat (23/9/2016). (FOTO: TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

 

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bencana banjir bandang di Kabupaten Garut mendapat banyak kepedulian dari masyarakat. Berbagai bantuan untuk korban banjir terus berdatangan.

Sejumlah bantuan pun menumpuk di posko-posko yang ada. Banyak bantuan yang diberikan langsung dari donatur tanpa melalui posko utama. Dampaknya terdapat beberapa wilayah yang bantuannya berlebih. Sedangkan wilayah lainnya kekurangan.

Kebutuhan seperti selimut, bantal, tikar, baju, dan lainnya menumpuk di posko tertentu. Terkadang sejumlah posko juga meminta bantuan logistik ke posko utama. Padahal mereka juga mendapat bantuan langsung dari donatur yang datang.

Kemarin komunitas mobil mewah datang memberikan bantuan ke Cimacan. Mereka berbondong-bondong masuk ke kawasan banjir. Padahal jalan masuk hanya untuk satu mobil dan membuat aktivitas warga membersihkan rumah terganggu.

Kedatangan komunitas itu pun tanpa berkoordinasi dengan posko utama. Di dalam hanya ada satu sampai dua orang saja. Sedangkan mobil jenis Fortuner yang digunakan sangat banyak.

Dandim 0611 Garut, Letkol Arm. Setyo Hani Susanto, mengaku sangat mendukung jika ada yang ingin membantu. Namun sebaiknya pihak-pihak tersebut berkoordinasi dengan posko utama di Makodim 0611.

"Nantinya bisa kami arahkan ke daerah yang memang sangat membutuhkan. Jadi bantuan itu tidak menumpuk di satu lokasi," ujar Setyo, Minggu (25/9/2016).

Hari ini, lanjut Setyo, distribusi bantuan akan dilakukan secara merata. Menurutnya bantuan terlalu menumpuk di Cimacan dan Lapang Paris.

"Itu karena relawan atau donatur tidak ada koordinasi dengan kami. Di Cimacan contohnya baju sudah menumpuk. Padahal ada wilayah lain yang membutuhkan," kata Setyo.

Dari informasi yang didapat di lapangan ada beberapa daerah yang membutuhkan bantuan. Seperti di Kampung Sukapadang RT 4/7, Perum Cijati Asri, Panawuan Genteng, Cibodas Samarang. (*)

Adakah wilayah yang belum menerima bantuan? Ikuti terus perkembangan terbaru di www.tribunjabar.co.id dan selengkapnya, bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (26/9/2016). Ikuti pula berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved