Breaking News:

Cerpen Eko Triono

Ia Memutuskan untuk Melawan Raden

IA memutuskan untuk melawan Raden, justru ketika bulan memasuki fasenya yang paling gelap di Lembah Nilam, pedalaman Aceh Barat.

Ilustrasi Ia Memutuskan untuk Melawan Raden 

Lelaki tua itu selesai menulis Ayat Kursi pada bambu kedua, kemudian pindah duduk di tunggul lain.

"Hemh, sudah dingin. Kamu mau? Kubuatkan?"

"Makasih, aku udah banyak ngopi di penyulingan. Rijal yang buat, dicampuri daun."

"Dapat banyak?"

"Lumayan," jawab si tetangga.

"Kenapa tangan kirimu begitu?"

"Kamu sudah tahu, aku sering cerita," si tetangga melirik tangan sendiri, seperti sepotong bambu, "tapi banyak yang mengira aku dihukum potong karena mencuri kotak infak."

Lelaki tua kini melihat ujung kedua kaki, berpindah memeriksa tangannya sendiri yang sekisut belalai gajah.

Sampai setua ini, katanya, paling banter luka yang masih, ya, luka kena pisau waktu mengupas nanas. Apa bisa dibandingkan dengan tangan itu, yang kena serang mulut rangkong, waktu ambil telur di sarangnya, di lubang pohon tinggi? Apalagi dibanding kaki Ismail yang buntung karena melawan buaya, jauh!

"Apa harus badan, tangan, kaki?"

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved