Breaking News:

Sepakbola

Juarai U14 Piala Menpora, ASAD Purwakarta Terbang ke Thailand

TIM ASAD 313 U14 Purwakarta yang mewakili Jawa Barat (Jabar) dalam Liga Pelajar U-14 Piala Menpora.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / MEGA NUGRAHA
SAMBANGI RUMAH DINAS -- Tim ASAD U14 Purwakarta saat menyambangi Rumah Dinas Bupati Purwakarta, di Jalan Gandanegara, Selasa (13/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID ---- Tim ASAD 313 U14 Purwakarta yang mewakili Jawa Barat (Jabar) dalam Liga Pelajar U-14 Piala Menpora menyambangi Rumah Dinas Bupati Purwakarta, di Jalan Gandanegara Selasa (13/9/2016).

Rombongan diterima orang nomor satu di Purwakarta, Dedi Mulyadi. Satu persatu, 18 tim inti ASAD U14 memperkenalkan diri sekaligus menyebut nama bapak dan ibu mereka.

"Nama saya Yadi (13), asal Plered ibu saya TKW," ujarnya memperkenalkan diri. Disusul kemudian oleh Rizki Maulana (14). "Bapak saya sopir tangki bensin," ujarnya. Disusul lagi oleh bocah asal Provinsi Ambon, Hamzah (13). "Saya dari Ambon ikut seleksi disini. Bapak saya nelayan," ujar Hamzah.

Setiap anak memperkenalkan diri sekaligus menyebut nama orang tua sekaligus pekerjaannya. Pada Liga Pelajar U14 Piala Menpora, ASAD 313 berhasil mengalahkan tim perwakilan Jawa Timur (Jatim) yang diwakili Jember United lewat adu penalti.

"Dua pemain kami ditetapkan sebagai terbaik. Yakni Hamzah sebagai pemain terbaik dan kiper kami Ahludz Zikri sebagai kiper terbaik," ujar Alwi Hasan, Manajer Tim ASAD 313 Purwakarta pada kesempatan itu.

Sebagai hadiah, Dedi membiayai mereka untuk mengikuti turnamen sepakbola U14 di Phuket International Youth Football Cup di Thailand.

"Nanti Pemkab Purwakarta yang biayai keberangkatan untuk turnamen itu. Pesertanya dari Jepang, Australia, China, Iran, Thailand dan Vietnam," kata dia.

ASAD 313 Purwakarta dihuni sejumlah bocah dari berbagai daerah, namun didominasi bocah asal Purwakarta. Bocah asal Bandung hingga Ambon menghuni tim yang dibentuk sekitar lima tahun yang lalu itu.

"Mereka yang diluar Purwakarta itu ikut seleksi. Mereka ikut akademi dan disekolahkan di SMP 6 Purwakarta. Fokus tujuannya ya main sepakbola," ujarnya.

Setiap hari, kata Dedi, para pelajar tinggal di mess dan kebutuhannya ditanggung Pemkab Purwakarta. "Sehari makan tiga kali, pagi makan roti dan susu siang makan daging dan sore makan lagi. Ini akademi satu-satunya yang dibiayai pemerintah," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved