Surili Hewan Maskot PON Jabar Dilepas ke Cagar Alam Patenggang
PON tidak semata-mata hanya tentang olahraga, tapi juga harus peduli lingkungan dan pelestarian alam
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
RANCABALI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sepasang Surili, hewan primata yang dilindungi, dilepas ke Cagar Alam Patenggang, Kecamatan Rancabali, Rabu (7/8). Hewan endemik Jawa Barat yang menjadi maskot PON XIX bernama Lili dan Lala, ini dilepas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan menyeberangi Situ Patenggang menggunakan perahu.
Gubernur mengatakan The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) memasukkan surili ke dalam kategori hewan terancam punah. Perdagangan surili maupun spesimennya dinyatakan ilegal dan melanggar hukum.
Menurut Gubernur, terdapat sekitar 275 ekor Surili di Indonesia. Habitat hewan ini di antaranya di Gunung Gede Pangrango, Burangrang, Tampomas, dan kawasan cagar alam lainnya di Jawa Barat. Sedangkan di Cagar Alam Patenggang, terdapat sekitar 40 ekor surili.
"PON tidak semata-mata hanya tentang olahraga, tapi juga harus peduli lingkungan dan pelestarian alam. Dengan gelora PON, kita ajak masyarakat, save surili," kata Gubernur seusai melepas sepasang surili.
Surili, katanya, menjadi maskot PON XIX setelah melewati seleksi, mengalahkan puluhan calon maskot lainnya. Dengan dijadikan maskot PON, Gubernur berharap masyarakat dapat mengenal dan ikut melestarikan surili. Selama ini, populasi surili terancam oleh perburuan, perambahan hutan, dan alih fungsi lahan.
Surili merupakan hewan herbivora pemakan daun muda dan buah. Biji buah yang dimakan surili kemudian keluar bersama kotorannya sehingga menjadi benih pohon baru. Karenanya, menurut Gubernur, surili menjadi salah satu hewan yang ikut melestarikan hutan.
Kepala BBKSDA Jabar Banten Sylvana Ratina, mengatakan beberapa waktu lalu belasan surili sempat hendak diselundupkan ke Inggris. Namun, aksi ini digagalkan dan surili tersebut dikembalikan ke alamnya di hutan cagar alam.
"Surili ini biasanya dikoleksi oleh orang, padahal itu tidak boleh. Kami terus menyosialisasikan kepada masyarakat, dan pernah ada masyarakat menelpon kami bahwa ada yang memelihara surili, kemudian kami tindak lanjuti," kata Sylvana. (Sam)
Apa yang dilakukan pemerintah agar Surili tak jadi hewan buruan dan tetal lestari? Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Jabar besok, Kamis (8/9/2016). Follow akun twitter Tribun Jabar: @tribunjabar dan facebook: tribunjabaronline, untuk mendapatkan info terkini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/melepas-surili-di-cagar-alam-patenggang_20160907_092950.jpg)