Pendidikan
Ayah Siswi yang Dinytakan Tak Naik Kelas Datangi SMAN 4 Bandung
Sebenarnya ini terjadi karena apakah kesalahan teknis atau kelalaian atau kesengajaan itu yang nanti kami serahkan kepada KPAI untuk memeriksa
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Danny Daud Setiana orangtua DP, siswi SMAN 4 Bandung yang dinyatakan tidak naik kelas mendatangi pihak sekolah. Ia diterima oleh humas SMAN 4 Bandung bersama sejumlah wakasek.
Kedatangannya membicarakan bagaimana permasalan yang menimpa anaknya bisa menjadi pembelajaran bersama.
"Insya Allah kami akan bergerak ke dinas dan SMAN 4 juga sudah diundang oleh KPAI Jakarta. Karena proses sudah berjalan. Kami menyadari bahwa ini semua demi kebaikan sistem pendidikan," ujarnya di SMAN 4 Bandung, Rabu (7/9).
Kedua belah pihak akan dimediasi KPAI. Hal yang akan dibahas di KPAI, lanjutnya, adalah angka nol yang tertera pada rapor DP yang mengakibatkan tekanan psikologis kepada anak yang bersangkutan.
"Sebenarnya ini terjadi karena apakah kesalahan teknis atau kelalaian atau kesengajaan itu yang nanti kami serahkan kepada KPAI untuk memeriksa," ucapnya.
Saat ini, dijelaskan Danny, DP bersekolah di Miftahul Khoir sebagai siswa baru. Meskipun demikian, DP masih tercatat sebagai siswa SMAN 4 Bandung.
"Masih tercatat di sini. Kami belum memutuskan apakah mengundurkan diri apa tidak. Kami ditawari Kak Seto untuk anak kami masuk ke kelas akselerasi," katanya. (ee)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sejumlah-siswa-siswi-baru-sman-2-padalarang-tengah-psikotes-1_20160718_155343.jpg)