Breaking News:

Indonesia Smart City Forum

Terapkan Smart City, Kota Bandung Menghemat Rp 1 Triliun

Menurut Emil, penggunaan smart city itu bisa mengetahui semua persoalan warga

Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Sejumlah stand pada kegiatan Indonesia Smart City Forum (ISCF) 2016 digelar di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (2/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan, penerapan smat city bukan untuk bergaya atau unjuk kemampuan. Menurutnya, setiap pemerintah daerah sudah harus menggunakannya untuk mempermudah pelayanan masyarakat.

"Smart city itu untuk memperbaiki layanan masyarakat, perbaikan birokrasi, dan menghemat anggaran," kata pria yang akrab disapa Emil di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (2/9/2016).

Menurut Emil, penggunaan smart city itu bisa mengetahui persoalan warga, klomplain warga, mendeteksi anggaran, masalah lalu lntas, dan persoalan yang hadir dalam proyek pembangunan. Satu contoh, kata dia, aplikasi sip.go.id milik pemerintah Kota Bandung.

"Waga bisa mengevaluasi lurah dan camat. Tinggal masuk pilih kecematannya, dan bisa buat skoring. Kalau bagus dikasih bintang. Ini data masuk ke meja saya. Di sini terjadi peningkatan pelayanan, karena diam-diam warga beri raport," kata Emil.

Selain itu, Emil pun mengklaim konsep smart city bisa menghemat anggaran. Satu contoh, e-budgeting yang baru dipraktikkan di Kota Bandung. Menurutnya, dokter mesin audit itu mampu meneliti ribuan kegiatan.

"Dengan mesin ini kami menghapus 1.200 kegiatan yang dianggap SKPD penting tapi tidak berdampak, dan itu nilainya Rp 1 triliun. Kalau dipraktikan ke seluruh kota/kabupaten triliunan rupuah itu bisa dihemat, apalagi sekarang dana dari pusat dipangkas," kata Emil. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved