Sorot

Haji Ilegal

Akibat kejadian ini pemerintah pun terpaksa harus ikut campur mengurus warga negaranya yang . . .

Haji Ilegal
ISTIMEWA / DOKUMENTASI PRIBADI FACEBOOK
Dedy Herdiana, Wartawan Tribun. 

Oleh: Dedy Herdiana, Wartawan Tribun

PROSES keberangkatan jemaah haji 2016 asal Indonesia hingga saat ini terbilang tenang dan secara umum semua dalam keadaan selamat dan aman. Hanya satu persoalan yang disayangkan terjadi, yakni masalah calon haji ilegal asal Indonesia yang konon menggunakan paspor palsu dan berangkat dari Filipina menggunakan jatah jemaah haji masyarakat di negara tersebut.

Hingga hari ke-20 pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia ke Tanah Suci, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat 83.011 orang jemaah haji RI telah memadati Kota Mekkah. Total jemaah haji 2016 reguler asal Indonesia mencapai 155.200 orang.

Suasana ketenangan ibadah haji tahun ini sepertinya lebih baik dan akan menambah kekhusyukan jemaah dalam beribadah. Tidak seperti tahun lalu, jemaah sepertinya diuji dengan bencana badai di Mekkah. Dari banyaknya tenda jemaah yang roboh, dan terjadinya bencana robohnya crane, tiang penyangga proyek bangunan yang menimbulkan korban jiwa.

Lalu kenapa, di tengah ketenangan proses pemberangkatan jemaah haji ini ada calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia yang nekat pergi dengan cara yang tidak benar? Disebutkan ada 177 orang CJH Indonesia ditahan otoritas Filipina karena menggunakan paspor palsu. Sungguh memalukan. Apakah mereka korban penipuan? Jika CJH itu memang tidak paham soal prosedur pergi ke luar negeri, mungkin saja ia tergolong orang yang tertipu. Namun setidaknya, saudara atau kerabat dari CJH sebaiknya bisa mengingatkan.

Akibat kejadian ini pemerintah pun terpaksa harus ikut campur mengurus warga negaranya yang bermasalah hukum di Filipina. Disebutkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menduga kasus pemberangkatan 177 orang CJH Indonesia melalui Filipina tidak hanya dilakukan oleh warga Indonesia, tapi juga melibatkan warga negara asing. "Kami dapat informasi di antaranya ada warga negara asing yang melakukan itu," ujar Tito di Bareskrim Mabes Polri, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (26/8).

Sebagai tindak lanjutnya, Bareskrim Polri pun segera mengumumkan para tersangka dalam kasus pemberangkatan calon haji ilegal. "Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan, Kepolisian, penyidik Bareskrim sudah bisa menetapkan tersangka," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Kompas.com, Minggu (28/8).

Kementerian Luar Negeri RI pun turun tangan untuk mengamankan warga negaranya yang berada di Filipina. Kepada wartawan di Bandung, Minggu (28/8), Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengatakan tak ada lagi WNI yang tersisa di rumah detensi Imigrasi Manila, semua sudah dipindahkan ke KBRI pada Jumat (26/8).

Seharusnya kondisi seperti ini tidak perlu terjadi bila setiap calon haji memahami betul tentang makna ibadah haji. Sejauh yang dipahami penulis, haji adalah ibadah yang paling berharga dalam kehidupan seorang muslim. Sebab tidak semua muslim bisa melaksanakannya, karena untuk bisa berhaji dibutuhkan banyak hal terutama harus didukung materi, fisik maupun psikis. Dalam Rukun Islam pun disebutkan pada poin kelima dengan penjelasan beribadah haji ke Mekkah, setidaknya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu. Jadi, bila ada upaya pemaksaan dengan cara yang tidak benar, tentu itu makna ibadahnya dipertanyakan. Dengan terungkapnya kasus haji ilegal ini, semoga ke depan tidak akan pernah terjadi lagi. (*)

Naskah ini juga bisa dibaca di edisi cetak, Tribun Jabar, Senin (29/8/2016). Ikuti berita menarik lainnya di twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved