Minggu, 12 April 2026

Insiden Pemukulan Bobotoh

Salah Paham, Tiga Bobotoh Persib Babak Belur Kena Pukul Oknum Polisi

LAGA Persib Bandung kontra Arema Cronus diwarnai dengan aksi pemukulan oknum kepolisian....

Penulis: Yudha Maulana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / YUDHA MAULANA
KENA PUKUL -- Korban pemukulan oknum polisi Ricky Iswanto (tengah) dan Tispan Darmanto (kiri) bersama Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Niko N Adiputra di kediaman Ricky di di Babakan Sari 3 RT 6 RW 15, Kiaracondong, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Laga Persib Bandung kontra Arema Cronus diwarnai dengan aksi pemukulan oknum kepolisian terhadap tiga orang bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/8/2016).

Alhasil, tiga orang bobotoh babak belur setelah menelan bogem mentah dari oknum polisi.

Salah seorang korban, Ricky Iswanto (25) harus dilarikan ke Rumah Sakit Soreang, karena mendapatkan luka sobek dan lebam di pelipis kiri matanya setelah dihantam pentungan.

Sementara dua korban lainnya, Tispan Darmanto (20) mengalami luka sobek di pipi bagian depan dan Ichsan Saepudin (24).

Insiden tersebut dipicu akibat kesalahpahaman antara pihak kepolisian dan bobotoh yang hendak mengambil kain bendera untuk membentuk koreografi di tribun timur Si Jalak Harupat.

Semula, 5000 bendera yang diikatkan kepada tongkat sepanjang kurang lebih satu meter itu diamankan oleh Polres Bandung sebelum laga dimulai demi menjaga kondusivitas laga.

Ricky dan kawan-kawannya pun kala itu hanya pasrah tanpa memberikan perlawanan.

"Setelah selesai babak pertama, kami berinisiatif untuk mencabut tongkat dan mengambil benderanya saja karena itu diizinkan, namun ketika teman-teman sedang mencabuti bendera tiba-tiba polisi memukul dan terjadi bentrokan," ujar Ricky di kediamannya di Babakan Sari 3 RT 6 RW 15, Kiaracondong, Kota Bandung.

Ricky dan kedua korban lainnya berupaya melerai, ia pun melihat beberapa aparat kepolisian pun berupaya menarik satuannya. Namun, Ricky malah mendapatkan hantaman di bagian wajah.

"Waktu itu ada sekitar 30 polisi, bobotoh ada 10 itu juga bobotoh yang sudah ambil bendera langsung masuk lagi ke stadion," kata Ricky.

"Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, ini pembelajaran untuk bobotoh dan polisi, kalau polisi enak imbauannya, ke bobotohnya juga kan enak," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved