Masjid Terapung
Pembebasan Lahan Belum Tuntas, Peletakan Batu Pembangunan Masjid Terapung Jabar Bakal Molor
"Lahan belum semua (selesai). Tapi insya Allah seremoni (peletakan batu pertama) jadi, mundur sedikit
Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Meski masih terkendala pembebasan lahan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan optimistis rencana pembangunan Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar yang terletak di kawasan Gedebage, Kota Bandung akan tuntas sesuai target yaitu pada 2018 mendatang. Bahkan menurut Heryawan, ground breaking atau peletakan batu pertama masjid terapung itu akan segera dilakukan sebelum akhir tahun ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, Pemprov Jabar awalnya akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid terapung itu pada 19 Agustus lalu bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-71 Provinsi Jawa Barat. Namun, karena lahannya dinilai belum mencukupi, rencana itu pun akhirnya ditunda.
"Lahan belum semua (selesai). Tapi insya Allah seremoni (peletakan batu pertama) jadi, mundur sedikit," kata Gubernur di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Rabu (24/8).
Diakui Gubernur yang akrab disapa Aher itu, proses pembebasan lahan untuk Masjid Al Jabbar memang agak terkendala harga yang belum disepakti oleh para pemilik lahan. Akibatnya, progres pembebasan lahan tidak sesuai yang ditargetkan.
Aher mengatakan pihaknya sudah menugaskan tim untuk kembali melakukan negosiasi dengan para pemilik lahan.
"Namanya masyarakat di era seperti ini tawarannya banyak. Jadi perlu musyawarah cukup panjang. Insya Allah musyawarah berhasil meyakinkan mereka," jelas Aher.
Dari total kebutuhan lahan seluas 21 hektare, lima hektare diantaranya diperuntukkan untuk pembangunan masjid. Namun, sejauh ini Pemprov Jabar baru berhasil membebaskan sekitar empat hektare lahan saja.
Aher menyebut sebenarnya Pemprov Jabar sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan masjid terapung itu sejak awal tahun 2016. Namun, karena masih alotnya negosiasi, dana tersebut masih belum digunakan.
"Sekarang sudah Agustus, tapi pembayaran belum dilakukan. Masih negosiasi. Kalau dananya sudah siap, tinggal bayar saja," beber Gubernur. (zam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ahmad-heryawan_-di-bpkp-jabar_20160530_150316.jpg)