Yuk, Ikutan Indigo Creative Nation
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) kembali membuka pendaftaran Indigo Creative Nation
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Mendukung industri kreatif digital, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) kembali membuka pendaftaran Indigo Creative Nation. Masa penerimaan proposal batch II dibuka sejak 8 Agustus dan akan berakhir pada 9 September. Proposal yang masuk akan melewati tahap seleksi awal pada tanggal 13-14 September dan diakhiri dengan final pitching pada 15-16 serta 19-27 September.
Direktur Innovation & Strategic Portfolio PT Telkom Indra Utoyo mengatakan, program inkubasi start up bisnis tersebut sudah memasuki batch II tahun ketujuh, sejak pertama kali digelar pada 2009. Tercatat hingga saat ini sudah lebih dari 2.065 tim yang mengikuti program tersebut. Sebanyak 65 startup diantaranya masuk program inkubator dan memperoleh bantuan pendanaan dari Telkom.
"Dari program ini, selain memberikan funding bagi produk dan bisnis inovatif digital , tapi juga mencari ide rintisan usaha digital terbaik ," katanya dalam rilis yang diterima Tribun , Selasa (23/8/2016).
Menurutnya dari program ini, beberapa startup peserta Indigo sudah masuk pasar secara komersil, baik melayani Telkom Group maupun konsumen masyarakat luas. Bahkan, beberapa startup telah masuk sebagai nominasi program lain, seperti Amtiss yang terpilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk maju dalam kompetisi startup di Istanbul tahun ini.
Selain itu, ada juga Startup karya Javis Store yang digunakan oleh Divisi Business Service, X-igent panic button yang oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil digunakan di Bandung Command Center-nya. Kakatu, peranti filtering konten, menjadi mitra PT Telkomsel, serta karya lainnnya.
Dicontohkan, Jarvis Store (platform e-dagang) yang pertama dirilis pada Agustus 2013 memperoleh injeksi modal pertama dari Indigo Telkom pada bulan yang sama. Kemudian, ditambah Rp750 juta pada Januari 2015. Kini, pengguna aktif layanan mereka mencapai lebih dari 11.000 user. Startup lain yang terseleksi dan memperoleh modal Rp250 juta yakni Run System pada 2014. Saat ini Run System sudah memiliki 11 klien enterprise dengan lebih dari 10.000 pengguna dan kontrak sales 500.000 dolar Amerika Serikat (AS).
"Jadi kami bukan sekedar mengadakan seleksi dan inkubasi, tapi Telkom juga menghasirkan coworking space secara cuma-cuma bagi para startup , katanya.
Dicontohkan, Bandung Digital Valley sudah memiliki member komunitas sebanyak 3.421 orang, Jogya Digital Valley memiliki 4.122 member dan Jakarta Digital Valley 1.179 member. Ada juga Digital Lounge, Dilo yang sudah memiliki lebih dari 10.447 member. Pihaknya selain mencari people , juga menghadirkan planet atau tempat kreatif serta participation atau menghadirkan mentor global.
Ia menambahkan, pada batch 2 tahun lalu, dari ratusan proposal masuk tersortir sembilan startup dengan tiga kategori. Pertama, customer validation stage yakni Bigalia, JKN Apps, dan Rumah Sinau (rumahsinau.org). Kemudian product validation stage yakni Kartoo (kartoo.co) dan Trax Center (trax.center). Dan terakhir kategori business model validation stage yakni Zelos (zelos.id). Terakhir, acceleration stage (scaling up) yakni Paket ID (paket.id) dan Sonar Platform (sonar.id).
Pada batch I/2016 startup yang masuk program inkubasi diantaranya adalah , Minutes (minutesapps.com/barber), Muter, Ripple, Zwaste, Ternaku, Eragano, Smash, Carijasa, Nodeflux, Atom, Kofera. Kata Indra
"Sapapun boleh memasukkan proposal batch 2 tahun ini selama tercakup dalam enam kategori yang disediakan, yakni personal app, home solution, socmed community, gov solution, business solution, dan commerce,"Katanya. (tif)