Internasional
Presiden Filipina Ancam Akan Keluar dari PBB
Saya tak peduli dengan PBB, kalian bahkan tak bisa menyelesaikan konflik Timur Tengah
MANILA, TRIBUNJABAR.CO.ID — Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu (21/8/2016), mengancam akan keluar dari PBB menyusul kritik organisasi itu terhadap perang melawan narkoba yang dikobarkannya.
Sejak berkuasa 30 Juni lalu, sudah 1.500 orang tersangka pengedar narkoba di Filipina tewas. Hal inilah yang memicu kritik dari PBB dan berbagai organisasi pembela HAM.
Duterte, mantan pengacara yang dikenal blak-blakan, berulang kali menegaskan agar PBB tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Filipina.
"Mungkin kami akan memutuskan untuk berpisah dengan PBB. Jika PBB tak memiliki rasa hormat, maka kami akan meninggalkan PBB," ujar Duterte dalam jumpa pers di kampung halamannya, Davao.
Tak hanya mengancam akan keluar dari PBB, Duterte juga menyebut jika perlu dia akan membentuk organisasi tandingan.
"Saya akan undang semua negara. Saya mungkin akan undang Cina dan negara-negara Afrika," tambah dia.
Pelapor khusus PBB Agnes Callamard pada pekan lalu mengatakan, langkah Duterte menjanjikan kekebalan hukum dan hadiah bagi anggota kepolisian yang bisa membunuh tersangka pengedar narkoba melanggar hukum internasional.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga pernah melontarkan kritiknya ketika dalam masa kampanye Duterte berjanji akan membunuh 100.000 pelaku kriminal dan membuang mayat mereka ke Teluk Manila untuk makanan ikan.
"Saya mengecam langkahnya mendorong pembunuhan ekstrayudisial, yang merupakan langkah ilegal dan melanggar prinsip dasar HAM dan kemerdekaan," kata Ban saat itu.
Mendapat kecaman langsung dari PBB tak membuat Duterte goyah, malah dia menyerang balik organisasi dunia tersebut.
"Saya tak peduli dengan PBB, kalian bahkan tak bisa menyelesaikan konflik Timur Tengah, kalian bahkan tak bisa mengatasi masalah Afrika," kata Duterte.
Duterte kemudian merujuk pada foto anak kecil asal Suriah yang terduduk dalam ambulans dengan sekujur tubuh dipenuhi debu dan bercak darah di wajahnya.
Duterte menyebut, foto bocah Suriah itu merupakan bentuk dari tidak efektifnya PBB sebagai sebuah badan internasional. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/presiden-filipina-rodrigo-duterte_20160822_073033.jpg)