Aksi Kekerasan
Isu Kekerasan oleh Oknum Anggota TNI terhadap Pengelola Perpustakaan Jalanan Beredar di Medsos
Dalam rilis itu disebutkan jika peristiwa itu terjadi di taman Cikapayang Dago, Bandung pada Sabtu (20/8/2016) malam
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Beredar kabar tentang kekerasan oknum aparat TNI di Bandung melalui media sosial akun facebook Perpustakaan Jalanan. Akun facebook Perpustakaan Jalanan itu memosting rilis soal upaya penertiban paksa dan kekerasan yang terjadi di ruang publik.
Adapun postingan rilis itu muncul empat jam yang lalu, Senin (22/8/2016). Meski belum menjadi viral, postingan itu sudah mendapatkan respons beberapa netizen. Seorang netizen pun mengomentari postingan tersebut.
Dalam rilis itu disebutkan jika peristiwa itu terjadi di taman Cikapayang Dago, Bandung pada Sabtu (20/8/2016) malam. Kala itu Perpustakaan Jalanan menggelar lapak baca buku gratis di taman Cikapayang Dago, Bandung. Kegiatan itu berjalan seperti biasanya sampai pukul 23.00.
Tanpa disebut dari kesatuan mana dan jajarannya, tiba-tiba datang 2 truk TNI, 1 mobil polisi militer, mobil preman, dan sepeda motor. Setidaknya ada 50 personil membawa senjata api dan pentungan rotan. Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Berikut postingan lenkap yang dikutip melalui akun facebook Perpustakaan Jalanan :
Release Terhadap kekerasan TNI di Bandung dalam upaya penertiban aktivitas di ruang publik.
Pada Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 kolektif Perpustakaan Jalanan melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu menggelar lapak baca buku gratis di taman Cikapayang Dago, Bandung. Kegiatan melapak buku berjalan seperti biasanya sampai pukul 23.00 ketika datang 2 truk TNI , 1 mobil polisi militer, mobil preman, dan sepeda motor. Kurang lebih membawa 50 personil. Merek membawa senjata api dan pentungan rotan.
Turun dari kendaraan mereka membubarkan kerumunan orang di sekitar Taman Cikapayang sambil berteriak dan membentak-bentak dengan kasar “bubar.. ,bubar…”
Dalam pembubaran itu, salah seorang aparat TNI tanpa sebab yang jelas memukuli tiga orang kawan dari Perpustakaan Jalanan. Bagi kami pemukulan tersebut adalah tindakan brutal tanpa alasan yang harus dikutuk.
Pembubaran terhadap kegiatan masyarakat biasa bukan hanya kali ini saja terjadi. Pada beberapa minggu terakhir TNI berkali-kali melakukan pembubaran serupa. Maka dengan ini kami menolak dan mengutuk perlakuan intimidatif dan represif yang dilakukan oleh TNI. Tindakan demikian akan mengancam kehidupan sipil. Perlu pula digarisbawahi bahwa TNI sama sekali tidak berwenang melakukan penertiban kegiatan masyarakat sipil.
Dengan ini, kami, kolektif Perpustakaan Jalanan Bandung menyatakan:
(1) Mengutuk perlakuan yang dilakukan oleh oknum TNI di Bandung dalam penertiban yang memakai cara cara intimidatif dan kekerasan.
(2) Menolak TNI kembali masuk dalam kehidupan sipil.
(3) Stop sweeping serta penertiban oleh TNI. (cis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/beredar-kabar-tentang-kekerasan-oknum-aparat-tni_perpustakaan-jalanan_20160822_161238.jpg)