Senin, 13 April 2026

Orang Hilang

Dibawa Pria Tak Dikenal, ABG Asal Bojong Purwakarta Diduga Diculik

TANPA curiga, orang tua mengizinkan anaknya pergi karena ditemani kerabatnya.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / MEGA NUGRAHA
ANAK HILANG -- Orang tua Nanda, Nani (43) saat menunjukkan foto anaknya di kediamannya Kampung Lembang Sari Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta. Nanda hilang sejak pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID --- Seorang perempuan, anak baru gede (ABG) warga Kampung Lembang Sari Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta.

Sebut saja perempuan itu bernama Nanda (14), pelajar kelas 2 madrasah swasta di wilayah itu, diduga jadi korban penculikan orang tak dikenal.

Informasi yang dihimpun dari keluarga, Nanda semula diajak pria tak dikenal yang datang ke kampung itu dengan membawa kendaraan jenis mini bus.

Orang tua Nanda dipertemukan dengan pria yang tak diketahui identitasnya itu oleh tetangganya sendiri, belakangan diketahui bernama Parman (45).

Kejadian bermula pada Rabu (10/8/2016) sore, orang tua Nanda didatangi Parman.

Meminta izin orang tua untuk membawa Nanda bersama pria itu untuk makan-makan di acara ulang tahun. Tanpa curiga, orang tua mengizinkan anaknya pergi karena ditemani kerabatnya.

"Mereka pergi sore hari ke Plered, makan-makan disana. Tapi saat makan-makan, pria itu tiba-tiba minta izin sebentar untuk membawa Nanda ke salon sedangkan kerabat kami yang menemani Nanda ditinggal makan," ujar Nani (43), orang tua Nanda di kediamannya, Minggu (14/8/2016) pagi.

Namun belakangan, Nanda dan sang pria tak kembali ke rumah makan tersebut. Meskipun, mereka menunggu hingga tengah malam.

"Sampai tengah malam Nanda dan pria itu tidak kembali pulang ke sini. Bahkan hingga hari ini," ujar Neneng (35) kerabat orang tua Nanda.

Nanda kata Neneng, memiliki ponsel yang biasa dipakai sehari-hari. Namun, saat dibawa, Nanda tidak membawa ponselnya.

Sehingga, pihak keluarga tidak menaruh curiga sedikitpun.

"Soalnya sama pria itu Nanda tidak diperbolehkan membawa handphone, kami tidak curiga saat itu," ujarnya.

Kedua orang tua setiap hari menantikan nasib anak kedua dari tujuh bersaudaranya itu. Eman (46) yang berprofesi buruh tani dan pencari belut di sawah setiap hari mencari anaknya ke semua tempat.

"Kami sudah laporan ke polisi. Kami masih menunggu kabar kepulangan Nanda," ujar Deni (46), tetangga kedua orang tua Nanda. (*)

Bagaimana tanggapan aparat kepolisian perihal dugaan penculikan ini, ikuti terus perkembangan beritanya di www.tribunjabar.co.id dan ikuti pula berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved