BREAKING NEWS: Bendera Merah Putih Sepanjang 50 Meter Membentang di Atas Sungai Citarum
"Sebenarnya ini bentuk protes yang tidak secara frontal kepada pemerintah..." kata warga Kampung Mekarsari, Baleendah
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
BALEENDAH, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bendera Merah Putih sepanjang 50 meter membentang "menyeberangi" Sungai Citarum, terlihat jelas dari Jembatan Citarum Jalan Raya Bojongsoang, Kamis (11/8/2016). Bendera Kebangsaan Indonesia ini menjadi pusat perhatian warga yang melintasi jembatan penghubung Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang dengan Kelurahan/Kecamatan Baleendah.
Pembentangan bendera tersebut diprakarsai oleh warga Kampung Mekarsari, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Ghufron Cokro Valentino (41), dipasang Rabu (10/8) sore. Pria yang akrab disapa Ucok ini mengatakan bendera tersebut dipesan dan dibuat khusus di Kampung Bendera, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.
"Sebenarnya ini bentuk protes yang tidak secara frontal kepada pemerintah. Membuat siapapun menengok ke Sungai Citarum dan akhirnya mengetahui kalau kini Sungai Citarum sangat dangkal, ketinggian airnya tinggal selutut. Juga untuk membuat semua pihak kembali memerhatikan alam di sekitarnya," kata Ucok saat ditemui di lokasi pembentangan bendera, Kamis (11/8).
Ucok menuturkan Sungai Citarum sudah lama tidak diperhatikan, yakni tidak dikeruk untuk diperdalam dasar sungainya. Padahal, sedimentasi berupa tanah dan sampah yang dikirim dari hulu di Sungai Citarum semakin tinggi. Program pemerintah untuk membangun danau retensi atau folder Kampung Cieunteung pun masih dalam proses administrasi.
"Citarum ingin dimerdekakan. Semoga bendera ini menggugah para petinggi bangsa supaya memerhatikan lagi Sungai Citarum. Segera bergerak. Sudah tidak seimbang antara besar air yang masuk dengan kondisi Citarum sekarang. Ini harus dinormalisasi sebelum banjir melanda lagi," katanya.
Jika Sungai Citarum meluap, katanya, Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, sampai Bojongsoang selalu menjadi korbannya. Kampung Cieunteung contohnya, kata Ucok, telah terkenal sampai ke penjuru negeri sebagai kampung yang selalu kebanjiran.
Rencananya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, pihaknya akan menggelar lomba menangkap itik di Sungai Citarum, pawai obor, dan zikir bersama di sekitar Sungai Citarum. Pada HUT ke-71 RI kali ini, katanya, dia dan warga sekitar Sungai Citarum berjuang memerdekakan Sungai Citarum dari kerusakan yang diperbuat manusia.
"Pembentangan bendera ini menggunakan dana pribadi. Saya belum sempat berkoordinasi dengan pemerintah. Selanjutnya, kami menggelar acara-acara lainnya bersama warga sini. Temanya lebih ke tadabur alam, jangan sampai peringatan ini malah dieringati dengan foya-foya," katanya. (sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bendera-merah-putih-membentang-melintasi-badan-sungai-citarum_20160811_113658.jpg)