Teras

Leon, Kita, dan Negara

BILA kita bicara dalam bahasa daerah—saya tentu dalam bahasa Sunda—oleh sebagian kalangan dianggap kampungan, datang dari desa, . . .

Leon, Kita, dan Negara
dok. pribadi / facebook
Cecep Burdansyah, Pemimpin Redaksi Tribun Jabar. 

Oleh: Cecep Burdansyah, Pemimpin Redaksi Tribun Jabar

BILA kita bicara dalam bahasa daerah—saya tentu dalam bahasa Sunda—oleh sebagian kalangan dianggap kampungan, datang dari desa, tidak berpendidikan, sudah dirasakan bertahun-tahun.

Tapi kalau kita cermati, orang yang menganggap demikian, jika diteliti, biasanya berpendidikan minim.

Kalaupun dia berpendidikan tingkat sarjana, biasanya terkena penyakit snob bahwa yang disebut modern itu dalam pergaulan dengan menggunakan bahasa nasional, atau mungkin bahasa Inggris.

Kondisi seperti ini mudah ditemukan di kompleks perumahan di kota-kota di Jawa Barat, terutama di Kota Bandung.

Ini yang disebut mental seseorang dalam melihat dan memperlakukan bahasa daerah. Tapi ada yang bisa memaklumi. Di kompleks perumahan biasanya warganya heterogen, sementara di desa-desa homogen.

Tapi ada warga Minang, yang sudah bertahun-tahun......

Selengkapnya, naskah ini juga bisa dibaca di edisi cetak, Tribun Jabar, Senin (8/8/2016). Ikuti berita menarik lainnya di twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Penulis: cep
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved