Rabu, 15 April 2026

Jajanan Kontroversial

Emil Sebut Makanan Ringan Bikini Tidak Etis

produsen makanan ringan itu cukup kreatif untuk menarik konsumen.

Penulis: cis | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di kampus Universitas Islam Bandung, Jalan Taman Sari nomor 1, Kota Bandung, Jumat (5/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, angkat bicara soal makanan ringan bermerk Bikini. Bikini yang merupakan akronim dari bihun kekinian itu, kata dia, menimbulkan dampak negatif jika dijual secara bebas.

"Hari ini masih dicari apa betul pabrik di Bandung atau bukan," kata wali kota yang akrab disapa Emil kepada waartawan di Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Taman Sari nomor 1, Kota Bandung, Jumat (5/8/2016

Menurut Emil, produsen makanan ringan itu cukup kreatif untuk menarik konsumen. Namun ia menyebut jika kreativitas produsen makanan ringan bermerk Bikini itu meresahkan.

"Apalagi ini dikonsumsnya anak-anak," kata Emil.

Emil mengatakan, pihaknya menelusuri keberadaan produsen Bikini bukan untuk memberikan sanksi. Ia ingin mengajak produsen makanan ringan Bikini untuk duduk bersama. Ia ingin kreatifitas produsen Bikini bisa ke jalur yang lebih baik.

"Kreatifitas orang Bandung luar biasa, tapi kreativitas itu ada batasnya dan etikanya. Kalau itu (bikini. Red), tidak etis," kata Emil. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved