Jumat, 10 April 2026

Peduli Sungai Citarum

Sungai Citarum “Sakit Keras”, Kodam III/Siliwangi Akan Ikut Menangani

Wuryanto mengatakan, Kodam III/Siliwangi sejak dulu peduli dengan Sungai Citarum.

Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
ILUSTRASI: KERUK LUMPUR CITARUM - Petugas dengan alat berat mengeruk lumpur di Sungai Citarum, Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2015). Pengerukan yang dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan itu baru menerjunkan satu unit alat berat. Tidak hanya pendangkalan yang saat ini terjadi di Sungai Citarum, tapi banyak tempat di sepanjang bantaran sungai dijadikan tempat pembuangan sampah dan banyak berdiri bangunan semi permanen dijadikan tempat berjualan. (FOTO: TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Wuryanto menilai kondisi Sungai Citarum sedang “sakit keras” akibat pencemaran yang terjadi. Menurutnya, kondisi Sungai Citarum perlu segera ditangani agar tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat.

“Warga Jabar dulu selalu dalam kondisi sehat karena tiap hari masyarakatnya mengkonsumsi air yang bersih dan sehat. Melihat Sungai Citarum sekarang sangat menghawatirkan,” kata Wuryanto melalui keterangan resmi kepada wartawan di Markas Kodam III/Siliwangi, Minggu (31/7/2016).

Wuryanto mengatakan, Kodam III/Siliwangi sejak dulu peduli dengan Sungai Citarum. Berbagai cara pun telah dilakukan dari mulai karya bakti ulang tahun satuan atau Jumat bersih meski pelaksanaannya tidak rutin.

“Saat ini kami ingin mengembalikan Sungai Citarum menjadi lingkungan yang bersih dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat yang ada di pinggiran Sungai Citarum,” kata Wuryanto.

Wuryanto mengingatkan, masyarakat yang ada di sepanjang pinggiran aliran sungai agar membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, jangan sampai sampah dibuang ke sungai atau anak Sungai Citarum yang bisa mengakibatkan banjir dan pencemaran.

“Kami juga menyampaikan jika mengembalikan sungai atau anak Sungai Citarum bersih itu juga menyadarkan pejabat dan masyarakat agar sadar dan bertanggung jawab kepada keasrian sungai,” kata Wuryanto.

Sementara Aster Kasdam III/Siliwangi, Kolonel Inf Dian Herdiana, mengatakan, Sungai Citarum dengan panjang lebih kurang 281 kilometer itu mampu mengairi sawah seluas 329.297 hektare sawah. Selain itu, kata dia, Sungai Citarum memberi kontribusi sebagai penghasil energi listrik terbesar, yaitu sebesar yang menyuplai energi listrik kepada Pulau Jawa dan Bali.

”Sungai Citarum memiliki tiga kreteria, yaitu melayani standar nasional, melayani minimal 1 daerah irigasi dengan luas minimal 10.000 hektar, dan akan berakibat negatif apabila tidak dikelola dengan baik,” kata Dian. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved