Minggu, 19 April 2026

Gerakan Bandung Disiplin

Ini Alasan Gelar Aksi Bandung Dispilin oleh Sejumlah Komunitas

JALAN dr Djunjunan-Pasteur sampai Jalan Surapati Kota Bandung merupakan jalur padat ...

Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI SYAIFUDIN
GERAKAN BANDUNG DISIPLIN -- Sejumlah pemuda mengampanyekan gerakan Bandung disiplin di persimpangan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (31/7/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jalan dr Djunjunan-Pasteur sampai Jalan Surapati Kota Bandung merupakan jalur padat kendaraan. Berbagai jenis kendaraan melintasi jalan tersebut baik dari arah Gerbang Tol Pasteur maupun Jalan Surapati.

Meski dilintasi Jembatan Pasopati, tak jarang kemacetan terjadi di persimpangan yang ada di bawah jalan layang itu. Satu di antaranya persimpangan Dago. Persimpangan tu kerap dipadati kendaraan lantaran akses utama menuju kawasan wisata Dago dan pusat Kota Bandung.

Hal itu yang menjadi alasan sejumlah komunitas yang tergabung dalam Gerakan Bandung Disiplin melakukan kampanye di persimpangan tersebut. Saking padatnya kendaraan kerap banyak terjadi pelanggaran lalu lintas. Di antaranya melewati marka jalan, melanggar lampu merah, tidak memakai helm, melanggar rambu lalu lintas, dan lainnya.

"Masih banyak tadi melanggar tidak pakai helm, lewat marka. Secara umum sudah banyak yang taat, tapi baru sebagian kecil," kata koordinator akksi sekaligus Camat Coblong, Anton Sugiyana, kepada Tribun di persimpangan Dago, Minggu (31/7/2016).

Anton mengatakan, para pelanggar lalu lintas tu diberikan teguran agar bisa mentaati peraturan. Sebab dengan mentaat peraturan itu bisa menekan angka kecelakaan.

"Lebih baik tidak berangkat dari pada kecelakaan kita harus sayangi diri kita sendiri, keluarga, dan Kota Bandung. Apalagi sebentar lagi mau jadi tuan rumah PON. Kita harus jadi tuan rumah yang baik untuk menunjukkan Bandung itu kota bahagia dan nyaman," kata Anton.

Anton pun menyebut jika mentaati peraturan yang ada itu bisa menyejahterakan masyarakat. "Mentaati peraturan akan signifikan meningkatkan kesejahteraan, segala sesuatu yang taat aturan akan timbul budaya," kata Anton. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved