Wisata

Pantai Pangandaran, Datang dan Menikmati Matahari Terbit di Atas Deburan Ombak

Sorot sinar matahari pagi mengundang orang-orang bergegas menginggalkan hotel dan penginapan di pinggiran pantai Pangandaran.

Pantai Pangandaran, Datang dan Menikmati Matahari Terbit di Atas Deburan Ombak
DOK PRIBADI
Imanda dan Arif saat berlibur ke Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kisdiantoro

PANTAI Pangandaran bak candu. Wisatawan yang pernah datang ke sana akan merindukan untuk kembali merasakan jilatan deburan ombak dan bulian pasir Pantai Pangandaran. Bagi mereka baru mendapati kisah eksotiknya dari orang-orang yang pernah menginap di Pangandaran, hasratnya tak akan terbendung untuk segera berpetualang ke sana.

“Mah, ayo cepat ke pantai! Jangan sampai kita enggak lihat matahari terbit, indah banget loh,” ajak Arief (9), kepada ibunya, Siti Mardiyah, yang masih menutup kedua kakinya dengan selimut.

Di sekolah, Arief yang tinggal di Kota Cimahi, Jawa Barat, kerap mendengar cerita dari teman-temannya tentang keindahan dan keasyikan bermain di pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Maka ketika kesempatan mendatangi tempat itu, ia ingin segera membuktikannya.

Arief tidak hanya datang bersama ibunya. Ia datang dengan sepupunya, Imanda Khairunnisa (5), dan bibinya, Sri Mulyanik. Mereka memutuskan berlibur ke Pangandaran, di saat liburan sekolah, beberapa waktu lalu, berdasarkan rekomendasi teman-teman dan keluarganya yang pernah berkunjung ke sana.

Mendapati sang anak mengajak meninggalkan penginapan, Siti akhirnya bergeming. Ia menanggalkan selimut yang menutupi kakinya. Ketika ia mengiyakan ajakan putranya, matahari baru saja menyingkap hawa dingin. Wara kuring dan oranye pun masih menggantung di langit sebelah timur, bak sebuah cincin yang terlihat setengah.

Sorot sinar matahari pagi mengundang orang-orang bergegas menginggalkan hotel dan penginapan di pinggiran pantai Pangandaran. Bermain air pantai yang bergerak tenang, pelan, dan sesekali dibuat gemuruh oleh deburan ombak kecil adalah aktivitas pagi yang menyenangkan.

“Mama Arif, beneran tuh, mataharinya bagus banget,” ujar Imanda yang diam-diam mengikuti langkah Siti Mardiyah dan Arief.

Di pantai, wisatawan mancanegara dan domestik rupanya sudah lebih dulu bermain dengan ombak dan buliran pasir. Mereka pun berbaur, menikmati anugrah Tuhan yang menghampar di sepanjang pantai Pangandaran. Menikmati deburan ombak, pasir pantai yang siap untuk disentuh, dan udara pagi yang masih segar.

Arief kembali berinisiatif. Ia mengajak keluarganya berenang. Tapi Imanda menolaknya. Ia terlihat masih takut dengan deburan ombak. Sri Mulyanik menengahi.

Halaman
1234
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved