SOROT

Apartemen Kelas Rakyat

Jika tower-tower kelas rakyat itu berhasil dibangun di Bandung, akan ada banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah.

Apartemen Kelas Rakyat
dokumentasi
Kisdiantoro

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

GROUNDBREAKING pembangunan apartemen Rancacili Kota Bandung pada Senin (25/7) menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kota Bandung berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.

Mengapa? Konsep awal didirikannya apartemen Rancacili yang berlokasi di Jalan Rancacili, Kota Bandung, memang diperuntukkan bagi warga Kota Bandung yang berpenghasilan rendah, termasuk mereka yang masih tinggal di daerah-daerah kumuh. Apartemen ini melengkapi proyek unik apartemen rakyat yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PU-Pera). Sebanyak 1.200 jiwa dapat tertampung di apartemen ini. Pembangunan tahap pertama yang menghabiskan dana Rp 50 miliar ini benar-benar menjadi mimpi indah bagi rakyat berpenghasilan rendah jika dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari konsep awal.

Penyimpangan itu umumnya terjadi pada proses pemilahan penghuni karena tidak mungkin semua warga berpenghasilan rendah ditampung seluruhnya. Peminat banyak sementara kuota terbatas, maka akan muncul pihak-pihak yang siap mengambil keuntungan. Hal semacam ini sempat terjadi di rumah-rumah susun di Jakarta yang beritanya hampir setiap hari menjadi bahasan media massa. Banyak warga yang harus membayar mahal untuk menempati sebuah unit di apartemen kelas rakyat. Atau, banyak penghuni yang tidak pantas menempati karena mereka bukan dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Maka, untuk menghindari kecurangan dan kisruh, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjanji akan melakukan seleksi secara ketat. Warga berpenghasilan cukup dapat menghuni apartemen tetapi yang dibangun pihak swasta, sehingga akan memunculkan rasa keadilan.

Bagi warga miskin yang nantinya tak tertampung di Apartemen Rancacili, tak perlu sedih. Sebab, Emil memimpikan membangun 10 tower apartemen tiap tahunnya. Mimpi ini dapat terwujud jika APBD Kota Bandung terus meningkat. Dana pemerintah akan semakin tebal jika para pengusaha dan warga Kota Bandung taat membayar pajak. Ironisnya, sampai saat ini masih sering muncul keluhan dari pemerintah banyaknya pengusaha dan reklame yang menunggak pajak.

Jika tower-tower kelas rakyat itu berhasil dibangun di Bandung, akan ada banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah. Proyek ini akan menjadi solusi terhadap semakin sempitnya lahan untuk permukiman di Kota Bandung. Cobalah keliling Kota Bandung, di mana masih ada lahan luas yang bisa dibangun untuk permukiman dengan konsep rumah-rumah konvensional atau horizontal. Hampir semua wilayah di Bandung berdiri bangunan rumah, bahkan di kawasan Bandung Utara sekalipun ada banyak bangunan. Sementara kebutuhan hunian adalah keniscayaan karena jumlah penduduk semakin bertambah. Kehadiran aparteman kelas rakyat bisa menampung banyak keluarga tanpa harus mengalihfungsikan banyak lahan yang semula difungsikan untuk pertanian atau area resapan air.

Keuntungan lainnya adalah Kota Bandung akan tertata bersih dan rapih. Kawasan kumuh akan berganti menjadi area publik yang indah dan nyaman, seperti halnya kawasan permukiman kumuh Siliwangi yang menjadi Taman Teras Cikapundung yang banyak dikunjungi masyarakat. Kemana para penghuninya? Mereka dipindahkan ke apartemen kelas rakyat Sadang Serang.
Bermula dari apartemen kelas rakyat Rancacili dan Sadang Serang, semoga kawasan kumuh di Kota Bandung akan hilang dan penghuninya mendapatkan tempat yang layak dan sehat. (*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved