Mengenal Tindakan Induksi Pada Proses Persalinan, Wajib Baca!
Jika setelah tanggal perkiraan kelahiran bayi Anda belum juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, maka. . .
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID - Tribunners, sudahkah Anda paham tentang Induksi?
Yups, Induksi adalah proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi dengan tujuan mempercepat proses persalinan.
Prosedur ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal.

Mereka yang menjalaninya sebaiknya mendapat informasi selengkapnya tentang alasan, prosedur, dan risiko yang mungkin dihadapi.
Tidak ada cara alami untuk memicu kontraksi atau persalinan.
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa berhubungan seks, minum obat herba tertentu, stimulasi puting atau payudara, atau akupuntur dapat memicu kontraksi.
Namun cara-cara ini belum terbukti secara ilmiah.

Jika setelah tanggal perkiraan kelahiran bayi Anda belum juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan dan tidak ada masalah kesehatan serius, dokter biasanya akan menunggu hingga dua minggu.
Jika kandungan telah mencapai usia 42 minggu, perlu dipikirkan cara untuk mendatangkan bayi ke dunia. Kenapa demikian? Karena setelah masa ini risiko komplikasi bayi dan risiko persalinan akan makin tinggi.
Mekonium atau tinja bayi jika tertelan dapat menyebabkan gangguan pernapasan atau infeksi paru-paru pada bayi.
Untuk menghindari risiko tersebut, diperlukan induksi untuk mempercepat proses persalinan.
Induksi umumnya dilakukan pada kondisi-kondisi berikut ini seperti dikutip dari alodokter.com:
Jika air ketuban Anda telah pecah dan Anda belum merasakan kontraksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/induksi_20160720_105606.jpg)