Pembunuhan

Berawal dari Temu Mayat, Kasus Pembunuhan Terbongkar

Berawal ketika seorang keluarga korban bernama Subaidi ingin melihat jasad korban yang ditemukan Polsek Kandanghaur.

Berawal dari Temu Mayat, Kasus Pembunuhan Terbongkar
thinkstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

INDRAMAYU, TRIBUNJABAR.CO.ID - Petugas Polres Indramayu menangkap seorang pemuda yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Ridho (50), warga Desa Kola, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura. Terungkapnya kasus pembunuhan itu berawal kecurigaan petugas yang mendapatkan laporan penemuan mayat.

Informasi yang dihimpun Tribun, kedua pelaku yang diduga melakukan pembunuhan itu, yakni S (40), warga RT 6/11 Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. S yang merupakan residivis itu ditangkap di kediamannya pada Kamis (14/7/2016) sekitar pukul 00.10 WIB.

"S diduga telah membunuh Ridho yang jasadnya ditemukan di saluran irigasi blok Cibrengkok, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada 12 Juli 2016 pukul 06.30 WIB," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada Tribun melalui sambungan telepon, Kamis (14/7/2016).

Yusri menceritakan, terungkapnya kasus dugaan pembunuhan itu berawal ketika seorang keluarga korban bernama Subaidi ingin melihat jasad korban yang ditemukan Polsek Kandanghaur. Subaidi yang datang ke Polsek Kandanghaur pada Rabu (13/7/2016) sekitar pukul 08.00 WIB itu mengecek langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan diantar petugas.

"Setelah melihat langsung, Subaidi membenarkan jika jasad itu adalah saudaranya bernama Ridho," ujar Yusri.

Dikatakan Yusri, berdasarkan keterangan keluarganya, Ridho diketahui menikah siri dengan seorang ibu rumah tangga, Tuminah (35). Keduanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blok Pasar, Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Lantas Tim Buser Polres Indramayu langsung melacak keberadaan istrik korban setelah mendapatkan informasi tersebut.

"Sekitar pukul 22.00, tim mendapati Tuminah dan langsung membawanya ke Polsek Patrol untuk dimintai keterangan," kata Yusri.

Keterangan Tuminah, kata Yusri, korban dijemput dua pemuda yang salah satunya diketahui S pada Selasa (11/7/2016) sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya menjemput korban dengan alasan ada orang yang ingin diobati lantaran dikenal sebagai orang pintar.

"Setelah itu korban langsung di bawa oleh kedua belah pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Dari keterangan istri korban tersebut, tim langsung memburu kedua belah pelaku di Desa Cipaat," kata Yusri.

Dikatakan Yusri, tim baru berhasil menangkap S. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor, pecahan batu bata yang terdapat bercak darah, sepasang sandal, pakaian berupa kaus, dan satu unit ponsel. Sedangkan seorang pemuda yang diduga terlibat masih dalam pengejaran petugas.

"S kini ditahan di Markas Polres Indramayu untuk menuntaskan proses penyidikan tuntas dan mengorek keterangan tentang pelaku yang masih buron," ujar Yusri. (cis)

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved