Breaking News:

Opini

Kunci Sukses Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

TIDAK ada orang lain yang lebih baik untuk dijadikan tempat "curhat" bagi orang tua terkait perkembangan pendidikan anaknya, kecuali kepada guru

DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Dedy Herdiana, Wartawan Tribun Jabar. 

Harus menjadi keasadaran semua pihak bahwa orang tua dapat menjadi bagian dari PMOG agar bisa memberi masukan dan dukungan dalam merencanakan pengembangan sekolah. Keterlibatan orang tua selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan anak, juga sebagai wujud partisipasi dalam sistem manajemen sekolah. Karena program peningkatan mutu pembelajaran, dapat dilakukan melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar melalui Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di SD/MI, dan pembelajaran kontekstual di SLTP/MTs. Sejalan dengan MBS, orang tua dapat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kemajuan dan perkembangan sekolah dalam mewujudkan akuntabilitas sekolah.

Orang tua dapat berperan serta dalam meyediakan dana, prasarana dan sarana sekolah sebagai upaya realisasi program-program sekolah yang telah disusun bersama. Orang tua yang memiliki pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan khusus dapat berperan serta dalam membantu sekolah seperti pada bidang proses pembelajaran, pengelolaan persekolahan, dan pengelolaan keuangan sekolah.

Pastinya, orang tua akan berpartisipasi membantu sekolah jika pihak sekolah mampu berkomunikasi dengan baik. Apabila sekolah bersikap transparan, terutama dalam hal keuangan dan orang tua diikutsertakan dalam pembicaraan rencana sekolah, maka sudah semestinya orang tua merasa ikut memiliki sekolah.

Pertemuan rutin dengan orang tua serta tokoh-tokoh masyarakat yang lain perlu ditingkatkan sekolah, sehingga masyarakat dan orang tua akan ikut memelihara dan membantu sekolah. Media lain yang dapat dimanfaatkan orang tua peserta didik untuk turut bertanggung jawab atas mutu pendidikan adalah melalui korespondensi surat atau telepon antara orang tua dengan sekolah, menyelengarakan pertemuan antara paguyuban orang tua kelas. Sebagai bagian dari komite sekolah, sebaiknya orang tua pun terlibat dalam kegiatan program sekolah, home visiting, menghadiri rapat sekolah, dan mengikuti pameran/bazar di sekolah.

Keberadaan Komite sekolah dan sekolah harus mampu bersama-sama menilai kondisi sumberdaya sekolah yang ada, selain ruang kelas, fasilitas juga termasuk kualitas guru, potensi penerimaan BOS dan sebagainya kemudian bersama-sama menentukan target yang realistis sebagai pijakan dasar untuk pelaksanaan pendidikan selajutnya.

Jika keberadaan Komite Sekolah dan paguyuban orang tua murid benar-benar berjalan sesuai dengan koridornya yang benar, tentu akan terasa indah hubungan komunikasi antara orang tua dan sekolah yang sama-sama ingin menjadikan anak mendapat pendidikan yang baik. Orang tua tidak merasa segan untuk mengonsultasikan kondisi perkembangan pendidikan anaknya kepada guru, begitu pun sebaliknya.

Tak hanya itu, hal-hal negatif yang muncul dan merongrong anak di koridor antara rumah dan sekolah pun tentu dengan sendirinya akan mampu terkikis. Karena secara tidak langsung anak akan merasa selalu mendapat perhatian di mana pun ia berada.

Di sini memang masih dibutuhkan peran pemerintah untuk mengawasi hubungan baik antara orang tua dan sekolah. Semoga keberadaan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga sekarang ini bisa menjadi kunci kesuksesan penguatan peran keluarga dalam pendidikan anak. (*)

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved