Pengosongan Rumah KPAD
Pengosongan Rumah Diundur, Warga KPAD Tambah Galau Bahkan Ada yang Sakit
Warga sudah bukan resah lagi, tapi sudah galau. Bahkan ada yang sakit dan stres memikirkan hal ini
Penulis: dra | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Meskipun ada pemunduran waktu pengosongan rumah di KPAD Gegerkalong, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, tidak berdampak terhadap puluhan warga yang diminta angkat kaki.
"Warga sudah bukan resah lagi, tapi sudah galau. Bahkan ada yang sakit dan stres memikirkan hal ini, dia enggak tahu apa yang harus dilakukan," ujar Hanafie Harun, Koordinator Daerah warga KPAD Gegerkalong Bandung, kepada Tribun di KPAD Gegerkalong, Selasa (21/6/2016).
Selain lantaran belum tahu akan kemana jika nantinya terpaksa angkat kaki, keresahan puluhan warga juga terjadi lantaran sejauh ini belum mendapatkan prajurit TNI aktif yang mau mengisi rumah-rumah warga yang akan pindah. Berdasarkan aturan, 72 warga yang diminta angkat kaki, bisa mengoper rumahnya kepada orang lain, namun diwajibkan kepada prajurit TNI yang masih aktif.
"Sampai sekarang sudah ada 20 lebih KK (kepala keluarga), yang mengajukan proses oper itu, cuma belum terealisasi. Sisanya belum mendapatkan karena kesulitan mencari prajurit aktif yang mau pindah ke sini," katanya.
Hanafie mengatakan, seharusnya pihak Kodam ikut membantu mencarikan prajurit yang mau pindah ke KPAD dan menempati rumah- rumah yang akan ditinggalkan oleh 72 KK.
"Selama ini kan kami mencari sendiri, kalau mau dengan aturan itu, Kodam bantu kami lah, Kodam kan mungkin tahu mana prajurit yang butuh," katanya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan Kepala Keluarga (KK) di KPAD Gegerkalong harus mengosongkan rumahnya lantaran sudah tidak ada keluarga lagi yang berdinas. Berdasarkan rencana awal, hari ini proses pengosongan rumah dilakukan. (dra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gerbang-kpad-gegerkalong_20160621_101336.jpg)